Rabu, 29 April 2026

Ketika Ada Calon Jamaah Haji Berangkat


_______

Hari ini ada pemberangkatan haji. Suatu momen yang banyak maknanya. Untuk jamaah yang berangkat, ini merupakan kejadian yang tak terkira nilainya. Proses panjang menunggu sejak pendaftaran bertahun-tahun, belasan tahun, sekarang saatnya terbayar kesabaran itu. Meski mungkin karena suatu hal, tetap ada yang rela bila tidak dipanggil sekarang. Termasuk kesabaran itu adalah kesibukan atau keribetan persiapan meninggalkan keluarga satu bulan hingga 40-an hari.  Pikiran dan perasaan bercampur baur, campur aduk. Ditambah pula kelelahan melewati tradisi baik. Sekedar mohon  dia dan pamitan yang mampu dijalani. Itu adalah semampunya karena bukan hal yang wajib atau pun sunnah yang terkait degan syariat ibadah haji. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, lain tempat lain tradisinya, lain orang lain kepala dan lain-lain kemampuan dan kondisinya. Semua segera akan dilepaskan, ditinggal terbang. Tiba saatnya menuju pelaksanaan ibadah yang menunggu kesabaran dan kehati-hatian tingkat tinggi. Menata dan menjaga jiwa dan raga ntuk menggapai haji mabrur di sisi Allah. Bismillaahi tawakkaltu 'alallaahu laahawla walaaquwwata illaa billaah. Aamiin.

Begitu terbang mengudara meninggalkan Tanah Air menuju Tanah Suci, terasa ada beban yang diringankan Allah. Kemantapan hati yang tengah dijalani dengan dipenuhi kepasrahan atau tawakkal ilaLlaah. Ada pula kerinduan yang dalam terpendam kini kian mendekat pada perjumpaan,  melihat dan masuk, shalat di Masjid Nabawi dan Madinatul Munawwarah Kota Nabi. Demikian juga akhirnya menapak kaki di Baitullah Masjidil Haram dan Kota Makkah Al Mukarramah. Hati siapa yang tak membuncah. Boleh merasa seakan tak menduga ini terjadi, meski selama ini berdoa dan berharap.  Kenyatannya sekarang bukan mimpi lagi ketika kaki benar-benar menjejak di Tanah Suci. Ini tempatmu dahulu, Ya Nabi. Tentu belum seperti ini tetapi di sinilah dahulu engkau ada, menerima risalah Sang Pencipta untuk sampaikan petunjuk dan tuntunan hidup manusia serta rahmat bagi seluruh alam. Engkau memang manusia yang tak ditakdirkan hidup abadi di dunia, Ya Rasul. Kami ke kotamu tak mungkin lagi menemuimu. Namun kami bersyukur kapada Allah, dengan dipanggilnya kami ke sini, kami merasa makin cinta dan dekat denganmu. Salam 'alayka Ya Rasuulullah.

******* 

Kini saat saudara-saudara kami berangkat menunaikan panggilan Allah tahun ini, kembali muncul kenangan pengalaman 2 tahun lalu itu. Ada kerinduan kembali mengunjungi Tanah Suci bagi yang pernah ke sana,  begitu sering sekali diungkapkan. Penulis memperoleh cerita langsung dari tetangga bahwa ketika penulis meninggalkan rumah pada pemberangkatan dahulu, beliau yang telah berhaji dan sudah pernah berangkat umrah pula, tak tahan membendung perasaan ingin kembali. Berbekal uang simpanan 26 juta, si ibu yang pensiunan guru itu menyusul kami ke kota kabupaten, untuk mendaftarkan diri berhaji lagi dan lalu mendapatkan porsi. Beliau berharap sebagai lansia untuk dapat berangkat lebih cepat. Wallaahu a'lam. Demikianlah memang, Kota Suci merupakan magnet untuk kaum muslimin berziarah,  beribadah, memenuhi paggilan Ilahi. Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika laasyariika laka labbaik. Innal hamda wanni'mata laka walmulk laasyariika laka.

Kami makin menyadari bahwa pengalaman beribadah ke Tanah Suci adalah nikmat besar yang tak terkirakan yang harus banyak-banyak disyukuri. Ibadah haji bukan puncak ibadah, demikian pesan Pak Prof. Dien Syamsudin. Jika sudah di puncak orang cenderung akan turun, maka haji adalah justru momentum awal untuk lebih meningkatkan  lagi ghirah atau semangat ibadah. Semangat mengabdi kepada Allah, baik melalui ibadah mahdhah  maupun ibadah ghayru mahdhah, segala sesuatu yang dijalankan lillaahi ta/ala. 

Doa ini tak akan henti kami panjatkan. Allaahumma yassirna ziyarata baytikal haram liaddaail hajja wal umrata. Aamiin.

_______

Lamongan, Rabu 29 April 2026.

 

Sabtu, 25 April 2026

Menulis Apa yang Dirasakan


_________

Menonton tayangan itu mudah. Membaca tulisan postingan tak sulit dilakukan. Mengunggah gambar, video di FB, IG, X, Tik Tok, You Tube, atau platform lainnya tak terlalu rumit. Sementara kegitan literasi berupa menulis adalah langka, belum banyak dilakukan. Prosentasinya masih kecil jika dibanding jumlah kaum terpelajar yang ada. Banyak ditemui keengganan menulis. 

Karya tulis terlahir dari proses yang perlu keseriusan. Mungkin ada yang mudah saja menghasilkan tulisan tetapi tampaknya jarang sekali. Tulislah apa yang dirasakan akan lebih mudah menulis apa yang dipikrkan. Demikian di antaranya tips yang pernah kita temui. Bila mencoba menerapkan saran itu, dengan menulis apa yang dirasakan, tentu akan dapat membuktikan kemanjurannya.

sayangnya, karya tulis tak semuanya manfaat. Sebagaimana semua hasil pekerjaan yang tentu dari proses yang tak mudah hasilnya tak selalu baik. Yang dimaksud adalah isi tulisan.  Itu bermula dari niat atau intensi dalam beraktivitas. Bila tujuan baik, benar, terarah, maka in sya Allah proses akan terbimbing  mengikuti. Kemasan atau kebaikan teknik penulisan  seyogyanya mewadahi pesan mulia yang disampaikan. .

Akhirnya, diharapkan kita tak terlalu banyak berteori tetapi minim praktik. Oleh karena imemulai itu separuh dari pekerjaan, maka mari kita jaga semangat berliterasi dengan menulis apa yang dirasakan, lalu apa yang dirasakan lagi, lalu apa yang dirasakan lainnya. 

Lamongan, 25 April 2026


Bekal 11 Bulan ke Depan

_______

Sebagaimana disampaikan oleh Pak Kyai atau mungkin penceramah lain, orang puasa akan mendapatkan dampak dari puasanya itu. Ada yang mengalami seperti ular, ada yang berdampak seperti ulat. Yang seperti ular, selepas puasa ia akan 'murungsungi' atau berganti kulit baru. Setelahnya  ia tetap liar, mengganggu seperti sebelumnya. Tidak ada yang lebih baik kecuali kulit atau penampilannya yang lebih baik. 

Sementara yang berpuasa seperti ulat, maka akan terjadi prubahan yang mengagumkan. Secara penampilan bahkan ia berubah lebih drastis. Jika sebelumnya berbentuk ulat yang bikin gatal, dilihat kulitnya penuh bulu, maka setelah berpuasa mengepompong sang ulat berubah diri ,menjadi kupu-kupu. Penampilannya yang baru membikin ia sedap dipandang, sering berwarna-warni dan kini mampu terbang. Mobilitasnya menjadi jauh lebih leluasa, luas kemana-mana.  

Kini sesudah Ramadhan berlalu masing-masing kita diharapkan koreksi diri, muhasabah. Tentu dengan berpandangan ke depan, optimis, melanjutkan kehidupan hingga tiba ajal menghadap Allah Sang Pencipta. Setiap waktu harus ada peningkatan kebaikan, keberkahan, ziyadatul khair, maka semangat menggapai ridha Allah selalu dijaga dengan sungguh-sungguh.

_______ 

Lamongan, 25 April 2026



Jumat, 24 April 2026

Kurang 10 Hari Pensiun Sudah Keburu Menemui Ajal


_______

                                                            Kurang 10 Hari Tak Sampai ke 60

Nit, Bapak mau syukuran pamitan ke sekolah hari Senin depan. Kata Pak Hartono, guru Bahasa Indonesia, pada Mbak Nita, anaknya yang kebetulan  menjadi tenaga TU sekolah. 

Pak, Senin depan itu masih tanggal 15 Pebruari. Apa tidak sebaiknya nunggu tanggal 26 Pebruari pas hari ultah Bapak. Atau tanggal 1 Maret saat Bapsk sudah masuk masa pensiun? Ujar  Mbak Nita menanggapi keinginan Pak Har.

Tidak. Pokoknya Bapak pengin syukuran Senin depan saja. Tegas Pak Hartono menolak saran anaknya. 

Akhirnya, Senin 15 Pebruari Pak Hartono melaksanakan syukuran pamitan purna tugas. Nasi dan jajan diberikan untuk seluruh guru dan karyawan. Kami, teman-teman Pak Har, senang saja, menikmatii. Kami merasa tak ada bedanya syukuran sekarang atau lain hari.

Selasa esoknya, Pak Hartono tidak masuk sekolah. Kabarnya, pagi hari Pak Har dolan ke tetangga sambil momong cucu. Jelang Dhuhur ia merasa agak pusing kepala dan istirahat di rumah. Karena kondisi memburuk, beliau segera dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan sebelum masuk kota, ajal sudah menjempunya.

Faidzaajaa ajaluhum laayasta'khiruina saa'atan walaatastaqdimuun. Apabila ajal telah tiba, maka itu tak dapat diundurkan atau dimajukan. Pak Hartono memaksa gelar syukuran Senin tanggal 15 Pebruari tentu terkait takdir ajalnya tanggal 16 Pebruari. 

Kita menduga Pak Har punya firasat kuat yang membuatnya ingin segera syukuran. Mungkini ia tidak tahu persis apa yang akan terjadi. Ia idak tahu bahwa akan mati. Perasaannya ysng menungun Wallaahu a’lam.

                                                                               *******          


                                                                Kisah Lainnya Juga                                                       

Ada sepasang suami istri Bapak dan Ibu Guru yang keduanya mutase ke kota lain kampung halaman mereka. Justru tak lama setelahnya mereka bercerai dan masing-masing menikah dengan orang lain. Setelah sekian lama, si ibu guru dikabarkan meninggal dunia karena sakit meski masa tugas dinasnya masih sekitar 10 tahun.

Ada Bapak Guru yang masa tugasnya kurang 6 tahun yang karena sakit kemudian pergi selamanya. Ada lagi yang masih menyisakan masa tugas 4 tahun Yang snenarik, yang sering penulis ceritakan adalah kisah Pak Hartono di atas yang hanya tinggal hitungan hari jelang masa pension namun saatnya telah tiba untuk menghadap Ilahi.

*******

Penulis masih berdinas 5 tahun ke depan, in sya Allah, bila dikaruniakan umur panjang. Penulis sering menjawab demikian, bila ditanya kapan pension, di antaranya berlatar cerita di atas.  Saat menulis ini, di bulan April 2026, penulis meniatkan meneruskan dan menyelesaikan tugas kedinasan hingga tuntas, sampai purna atau pensiun. Penulis, minimal sementara ini, tidak  punya niat untuk pensiun dini. Penulis tidak berniat mengajukan berhenti bekerja kedinasan sebelum masa tugas berakhir di usia 60 tahun. Man proposes God disposes. Manusia berencana Tuhan yang menentukan. Laahawla walaaquwwata illaa billaah. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Agung.

_______ 

Lamongan, 24 April 2026

                                                                           



Surga Seluas Langit dan Bumi Pasti untuk Banyak Penghuni

_______ Kehidupan dapat dilihat dari sisi yang menarik. Ada ibu-ibu rumah tangga  yang menikmati dan sungguh-sungguh ingin melayani kebutuha...