_________
Menonton tayangan itu mudah. Membaca tulisan postingan tak sulit dilakukan. Mengunggah gambar, video di FB, IG, X, Tik Tok, You Tube, atau platform lainnya tak terlalu rumit. Sementara kegitan literasi berupa menulis adalah langka, belum banyak dilakukan. Prosentasinya masih kecil jika dibanding jumlah kaum terpelajar yang ada. Banyak ditemui keengganan menulis.
Karya tulis terlahir dari proses yang perlu keseriusan. Mungkin ada yang mudah saja menghasilkan tulisan tetapi tampaknya jarang sekali. Tulislah apa yang dirasakan akan lebih mudah menulis apa yang dipikrkan. Demikian di antaranya tips yang pernah kita temui. Bila mencoba menerapkan saran itu, dengan menulis apa yang dirasakan, tentu akan dapat membuktikan kemanjurannya.
sayangnya, karya tulis tak semuanya manfaat. Sebagaimana semua hasil pekerjaan yang tentu dari proses yang tak mudah hasilnya tak selalu baik. Yang dimaksud adalah isi tulisan. Itu bermula dari niat atau intensi dalam beraktivitas. Bila tujuan baik, benar, terarah, maka in sya Allah proses akan terbimbing mengikuti. Kemasan atau kebaikan teknik penulisan seyogyanya mewadahi pesan mulia yang disampaikan. .
Akhirnya, diharapkan kita tak terlalu banyak berteori tetapi minim praktik. Oleh karena imemulai itu separuh dari pekerjaan, maka mari kita jaga semangat berliterasi dengan menulis apa yang dirasakan, lalu apa yang dirasakan lagi, lalu apa yang dirasakan lainnya.
Lamongan, 25 April 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar