_______
Saat mendengarkan lagu-lagu lawas, pikiran dan perasaan terbawa ke masa lalu. Jadilah kita orang tua karena yang memiliki masa lalu adalah orang yang berumur, tua. Menikmati masa lalu berati menikmati status tua. Sementara orang muda ialah orang yang memiliki masa depan. Meski telah berumur banyak, namun bila selalu beroriantasi ke depan, bahkan wawasannya menembus batas ruang dan waktu, dunia akhirat, maka semangat muda yang akan kelihatan. Orang beriman, oleh karena itu, ialah oarng yang punya semangat hidup tinggi, tak mengenal putus asa dari rahmat Allah.
Lihatlah, orang beriman selalu bangun pagi, bahkan sebelum Sbuh. Mereka sedia kurang tidur dan suka bangun malam meski orang lain banyak yang tidur melulu. Mereka berani lapar, tidaki makan dan minum sesuai ketentuan syariat dengan ibadah puasa. Mereka berani mengeluarkan rejeki yang diperoleh untuk amal jariyah zakat, infaq., shadaqah sebagai investasi untuk hidup abadi kelak di negeri akhirat. Berbuat baik, amal shalih, menebar manfaat untuk sesama pun berusaha ikhlas tak harap balasan kecuali dari Allah Ta'ala.
Orang beriman menjaga kebersihan. Tak hanya kebersihan lahiriah yang tampak namun juga sifat dan cara mendapatkan dan menggunakan, baik makanan maupun barang. Bahkan juga mempertimbangkan kualitas perkataan dan perbuatan hingga mengusahakan kebersihan hati. Ada ikhtiyar-ikhtiyar juga doa agar mencapai pribadi yang shalih secara personal hingga shalih secara sosial. Yang dilakukan pun tak hanya untuk diri sendiri, keluarga dan kelompoknya, tetapi juga untuk sesama serta seluruh alam semesta. Semangat memberikan manfaat yang baik secara menyeluruh, rahmatan lil'aalamiin.
Orang beriman bukan kualitas Nabi, yang maksum, kalis dari salah atau aib. Orang beriman itu orang yang dapat saja bersalah tetapi yang selalu berusaha mrmperbaiki.diri. Baginya belajar tak ada hentinya sesuai anjuran Nabi. Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan dari buaian hingga liang lahat. Bahwa agama dalah untuk orang yang berakal maka orang beriman senantiasa berpikir setiap saat dan setiap langkah. Kehati-hatian membuatnya teliti, cerdas dalam berpikir dan merasa. Pinsip hari ini lebih baik dari hari lalu, hari depan lebih baik dari sekarang, selalu membuatnya tumbuh dan terus berkembang.
Semangat hidup orang beriman tak terkalahkan. Hidup mulia atau mati syahid, isy kariman awmut syahidan, membuatnya menjadi pribadi yang mengagumkan. Bila senang selalu bersyukur dan bila susah selalu bersabar. Semangat berlomba dalam kebaikan, fastabiqul khayrat, bukan sekedar slogan tetapi niat sejati membangun kebaikan. Bicara dusta, ingkar janji, diberi amanah khianat adalah sifat-sifat munafik yang dijauhi orang-orang beriman. Kebalikan dari kemunafikan adalah keimanan.
Akhirnya, tak lupa ditambahakan sebagai penutup tulisan pendek ini yakni bahwa orang beriman itu ialah orang-orang yang berendah hati yang didasari keikhlasan mengharap hanya balasan ridha Allah. Sikap sombong adalah kebodohan yang memalukan karena tiada daya dan upaya kecuali semua atas ijin dan pertolongan Allah Ta;ala. Laahawla walaaquwwata illaabillaah. Jadi, orang beriman itu selalu berjiwa muda yang senantiasa bersemangat amal shalih dalam hidup, berwawasan ke depan dunia akhirat, rendah hati, tahu diri di tengah sesama di hadapan Allahsubhaanahu wata'ala. Wallaahu a'lam.
_______
Lamongan Jum'at sore 15 Mei 2026