Kamis, 11 Juni 2026

Sebelum Pergi Mas Toyok Sempat Potong Rambut (In Memoriam Mas Moh. Arif Hartoyo , S.T.)

_______

                                            

Aku tak ndik kene sik yo, Mas Kacung? Lak durung tutup seh?  Demikian Pak Kacung tukang potong rambut dekat pertigaan / perempatan Mayangkara menirukan ucapan Mas Toyo setelah dipotong rambutnya Selasa malam. Saat itu sudah pukul 9. Ada satu pelanggan lain yang masih di sana, lalu datang lagi, satu tetangga. Setelah cukup  jenak santainya, hingga seperempat jam kemudian baru pamit.  

Mas Toyo juga almarhum ayahnya dahulu langganan kesini, serta ada keponakan kecilnya yang tinggal di Tuban mau dipotong rambutnya kalau kesini.  Lha, belum sampai sehari Rabu sore koq sudah meninggal, kenang  Pak Kacung. Hmm...berarti sebelum pergi potong dulu.  Setelahnya pun ingin berlama-lama, anggaplah  pamitan. Rabu pagi masih berangkat kerja, siang sudah menghadap Sang Pencipta. Inalillaahi wainna ilayjhi raajin.

Ceritanya, dokter mendiagnosa itu serangan jantung. Kepergian yang mendadak sosok low profile, rendah hati, juga humoris ini mengagetkan tak hanya keluarga dan kerabat tetapi juga sahabat, teman,  rekanan serta semua yang pernah mengenalnya. Dahulu aktifitasnya di luar kota, di antaranya terkait tambang minyak Blok Cepu. Pernah juga yang terkait USAID. Akhir-akhir ini sebagai fasilitator teknis pembangunan infrastruktur, sebuah profesi yang diakui secara nasional melaluo standar kompetensi yang diuji Badan Nadoonal Sertifikasi Profesi (BNSP Fasilitattor Profesi).

Penulis beberapa hari lalu menduga akan bertemu dengannya pekan ini pada rapat yang dijadwalkan Sabtu malam atau malam Ahad besok. Asal tidak sedang keluar kota, misalnya, Mas Toyo suka menyempatkan hadir saat ada undangan pertemuan. Termasuk pertemuan di tingkat daerah, beliau mengusahakan kesediaan ikut mewakili apalagi jika banyak teman pengurus yang sedang repot atau sibuk. Pertengahan April lalu pada Halal Bi Halal dan  Musypimda II  kami bertemu untuk terakhir kali.  Sebelum dan di sela acara kami  ngobrol, bincang ringan hingga saat  coffee break  Mas Toyo pamit keluar untuk merokok.

Sementara sebelum bulan Ramadhan, seperti kesan Bu Eliz,  ketua ortom PCNA,, kami terkesan dengan presentasi Mas Toyo sebagai seorang sarjana teknik. Mas Toyo diminta membuat rancangan renovasi asrama pondok pesantren. Dengan komputer dan layar lebar Mas Toyo memberikan panduan dan pandangan yang harus dikerjakan. Beliau welcome terhadap pertanyaan dan pendapat. 

Mas Toyok, atau teman sekolahnya panggil dia Arif, memang suka  gaya santai tak memaksakan kehendak pribadi, tentu dengan tetap menjaga sikap profesional keilmuannya. Low profile itulah kelebihan yang barangkali menginspirasi. Di saat banyak orang butuh validasi, ia seperti menikmati tampil di belakang layar. Ia berusaha  berakhlak yang baik pada orang Lain. Ma sya Allah.

Ajalmu telah tiba, Mas Toyo. Sesuatu yang tak dapat dimajukan atau dimundurkan. Terlepas apa pun sebab meninggalmu. Tugas hidup dengan peran menjadi bagian keluargamu, anggota masyarakat, termasuk  berada dalam barisan pengemban dakwah telah usai, yakni sebagai salah satu Wakil Ketua PCM.Mantup. Semoga banyak amal jariyah yang terus menemanimu menghadap Allah. Sebagai manusia biasa seperti kami, semoga diampunkan dosa-dosa atau khilafmu.

Allaahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu. Allaahumma latahrimna ajrahu walaataftinna ba'dahu waghfirlana walahu. Aamiin.

Mantup, Kamis 11 Juni 2026

_______




Minggu, 31 Mei 2026

Surga Seluas Langit dan Bumi Pasti untuk Banyak Penghuni

_______

Kehidupan dapat dilihat dari sisi yang menarik. Ada ibu-ibu rumah tangga  yang menikmati dan sungguh-sungguh ingin melayani kebutuhan keluarga. Sedikit keluh kesah karena lelah adalah wajar sebagai manusia. Namun mereka terbukti mencurahkan waktu dan perhatiannya agar kebutuhan keluarga terpenuhi sebaik-baiknya. Yang demikian itu terpuji dalam pandangan agama dan itu disebut setara dengan amalan jihad kaum laki-laki. 

Ada murid yang orang tuanya hidup berpisah terlihat tegar, sabar dan mampu mengatasi perasaannya. Ia terus rajin belajar dan beribadah. Sering kali ia berusaha menjaga wudhu-nya, berangkat ke sekolah dalam keadaan suci. Anak-anak lain yang mengalami nasib serupa, dari keluarga broken home,  ternyata juga tak sedikit. Belum lagi yang status yatim, ayah telah meninggal, atau piatu, ibu telah meninggal, cukup banyak terdata. Pada saat guru berusaha menyelami dan mengajarkan kehidupan pada murid, secara tak terduga guru pun belajar dari apa-apa yang dialami para murid.  

Di jalan ada orang saling menyapa dengan akrab. Sesama sopir angkutan saling membantu mendapatkan pengguna jasa persewaan. Di proyek pembangunan gedung juga biasa ditemui guyonan yang menunjukkan tingkat keakraban atau saling memahami. Terjadi saling gojlok, saling olok adalah sekedar menguatkan, agar semua selalu semangat menjalani hidup yang penuh dinamika.. Di sela kerja pembangunan fasilitas masjid, tak jarang ada yang datang tanpa diminta dan membawakan sekadar makanan, jajanan atau minuman. Turut berpartisipasi beramal sesuai keadaan masing-masing.

Setiap orang berbuat baik, beramal shalih, sesuai dengan keadaannya. Yang orang dapat lakukan belum tentu yang lainnya mampu, begitu pun sebaliknya. Kita suka kagum pada momen orang menolong sesama, sementara kita tak bergerak, atau belum bergerak, kalah sigab. Mereka spontan tanpa pikir panjang segera  bergerak, menolong. barangkali  hati yang ikhlas, tanpa beban di dada atau di kepala, itu yang membuat cepat dan ringan.Tentu saja urun tangan dari yang  berilmu, berpengalaman atau berpengetahuan,   lebih dapat diandalkan dari pada yang sekedar bersemangat. 

*******

Kenapa Israel tak segera dimusnahkan? Perjuangan melawan kedzaliman bangsa Yahudi itu  adalah salah satu jalan bangsa Palestina memperoleh surga. Selain juga untuk menguji siapa saja, mana manusia yang masih waras nuraninya dan mana manusia yang tak sehat kemanusiaannya. 

Ada tetangga, keluarga Pak Mudin, belum lama ini diberikan ujian besar anak keduanya, laki-laki berusia 28 tahun, meninggal mendadak akibat kecelakaan lalu lintas. Allah tentu memberikan pahala besar kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya Bu Mudin dan Pak Mudin. Ujian yang besar, putra yang dikasihi diambil kembali oleh Pemilik Sejati, Ilahi Rabbi.

Ada yang diuji sakit lama, itu pun jika dihadapi dengan sabar, maka sakit itu akan menghapus dosa-dosa. Itu tentu juga mendatangkan pahala besar untuk yang merawatnya. Pastilah itu tidak semudah menuliskan atau menyampaikan hal tersebut. Kesabaran tingkat tinggi itu  layak nendapatkan ridha Allah Ta'ala.

Ada pula yang sepanjang hidupnya selalu mengalami kesulitan ekonomi. Bisa jadi ada dosa-dosanya yang tidak terhapus dengan shalat tetapi  dengan kesabaran menjalani keadaan yang kekurangan. Uniknya, ada yang berhasil melewati ujian kekurangan tetapi justru terpeleset saat semua kemudahan didapatkan. Di jalan mulus banyak yang terlena dan celaka tak beda dengan di jalan terjal

*******

Mengenal orang-orang di sekitar sesungguhnya kita akan mengenal betapa banyak ragam penjalanan hidup atau ujian yang dihadapi setiap orang beriman. Ujian beragam melahirkan kebaikan yang beragam pula. Laayukallifullaahu nafsan illaa wus'aha. Allah tidak menguji seseorang kecuali sesuai keadaan masing-masing, lebih kurang demikian.

Semua orang beriman berkesempatan menjadi mulia di sisi Allah. Inna akramakum 'indaLlaahi atqaakum. Sesungguhnya yang mulia di antara kalian ialah yang taqwa kepada Allah. Sementara jalan menuju ketaqwaan adalah amat banyak, sebanyak jumlah orang beriman. . Ketaqwaan dapat digapai siapa saja yang beramal  shalih. Surga tempat kembali  orang beriman dan beramal shalih oleh karena itu tersedia luas, seluas langit dan bumi tersedia untuk hamba Allah yang bertaqwa.

Wasaari'u ilaa maghfiratin min rabbikum wajannatin ardluhassamaawaati wal ardli u'iddat lilmuttaqiin. 

Dan bersegeralah pada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (TQS. Ali Imran: 133)

Allaahumma nas'alukal jannata wana'udzubika minannaar. Aamiin

_______ 

Ahad, 14 Dzulhijjah 1447 H / 31 Mei 2026

Jumat, 15 Mei 2026

Jiwa Muda, Semangat Beramal, Wawasan Jauh ke Depan

_______

Saat mendengarkan lagu-lagu lawas,  pikiran dan perasaan terbawa ke masa lalu. Jadilah kita orang tua karena yang memiliki masa lalu adalah orang yang berumur, tua. Menikmati masa lalu berati menikmati status tua. Sementara orang muda ialah orang yang memiliki masa depan. Jadi meski telah berumur banyak, namun bila selalu beroriantasi ke depan, bahkan wawasannya menembus batas ruang dan waktu, dunia akhirat, maka semangat muda yang akan kelihatan. Orang beriman, oleh karena itu, ialah orang yang punya semangat hidup tinggi, tak mengenal putus asa dari rahmat Allah. 

Lihatlah, orang beriman selalu bangun pagi, bahkan sebelum Subuh. Mereka sedia kurang tidur dan suka bangun malam meski orang lain banyak yang tidur melulu. Mereka berani lapar,  tidak makan dan minum sesuai ketentuan syariat dengan ibadah puasa. Mereka berani mengeluarkan rejeki yang diperoleh untuk amal jariyah, zakat, infaq., shadaqah sebagai investasi untuk hidup abadi kelak di negeri akhirat. Berbuat baik, amal shalih, menebar manfaat untuk sesama pun berusaha ikhlas tak harap balasan kecuali ridha dari Allah Ta'ala.

Orang beriman menjaga kebersihan. Tak hanya kebersihan lahiriah yang tampak namun juga sifat dan cara mendapatkan dan menggunakan, baik makanan maupun barang. Bahkan juga mempertimbangkan kualitas perkataan dan perbuatan hingga mengusahakan kebersihan hati. Ada ikhtiyar-ikhtiyar juga doa agar mencapai pribadi yang shalih secara personal hingga shalih secara sosial. Yang dilakukan pun tak hanya untuk diri sendiri, keluarga dan kelompoknya, tetapi juga untuk sesama serta seluruh alam semesta. Semangat memberikan manfaat yang baik secara menyeluruh, rahmatan lil'aalamiin. 

Orang beriman bukan kualitas Nabi, yang maksum, yang kalis dari salah atau aib. Orang beriman itu orang yang dapat saja bersalah tetapi yang selalu berusaha memperbaiki.diri. Baginya belajar tak ada hentinya sesuai anjuran Nabi. Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim  laki-laki dan perempuan dari buaian hingga liang lahat. Bahwa agama adalah untuk orang yang berakal maka orang beriman senantiasa berpikir setiap saat dan setiap langkah. Kehati-hatian membuatnya teliti, cerdas dalam berpikir dan merasa. Pinsip hari ini lebih baik dari hari lalu, hari depan lebih baik dari sekarang, selalu membuatnya tumbuh dan terus berkembang. 

Semangat hidup orang beriman tak terkalahkan. Hidup mulia atau mati syahid, isy kariman awmut syahidan, membuatnya menjadi pribadi yang mengagumkan. Bila senang selalu bersyukur dan bila susah selalu bersabar. Semangat berlomba dalam kebaikan, fastabiqul khayrat, bukan sekedar slogan tetapi niat sejati membangun kebaikan. Bicara dusta, ingkar janji, diberi amanah khianat adalah sifat-sifat munafik yang dijauhi orang-orang beriman. Kebalikan dari kemunafikan adalah keimanan. 

Akhirnya, tak lupa ditambahakan sebagai penutup tulisan pendek ini yakni bahwa orang beriman itu ialah orang-orang yang berendah hati yang didasari keikhlasan mengharap hanya balasan ridha Allah. Sikap sombong adalah kebodohan yang memalukan karena tiada daya dan upaya kecuali semua atas ijin dan pertolongan Allah Ta;ala. Laahawla walaaquwwata illaabillaah. Jadi, orang beriman itu selalu berjiwa muda yang senantiasa bersemangat amal shalih dalam hidup, berwawasan ke depan dunia akhirat, rendah hati, tahu diri di tengah sesama di hadapan Allahsubhaanahu wata'ala. Wallaahu a'lam.

_______ 

Lamongan Jum'at sore 15 Mei 2026

Rabu, 29 April 2026

Ketika Ada Calon Jamaah Haji Berangkat


_______

Hari ini ada pemberangkatan haji. Suatu momen yang banyak maknanya. Untuk jamaah yang berangkat, ini merupakan kejadian yang tak terkira nilainya. Proses panjang menunggu sejak pendaftaran bertahun-tahun, belasan tahun, sekarang saatnya terbayar kesabaran itu. Meski mungkin karena suatu hal, tetap ada yang rela bila tidak dipanggil sekarang. Termasuk kesabaran itu adalah kesibukan atau keribetan persiapan meninggalkan keluarga satu bulan hingga 40-an hari.  Pikiran dan perasaan bercampur baur, campur aduk. Ditambah pula kelelahan melewati tradisi baik. Sekedar mohon  dia dan pamitan yang mampu dijalani. Itu adalah semampunya karena bukan hal yang wajib atau pun sunnah yang terkait degan syariat ibadah haji. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, lain tempat lain tradisinya, lain orang lain kepala dan lain-lain kemampuan dan kondisinya. Semua segera akan dilepaskan, ditinggal terbang. Tiba saatnya menuju pelaksanaan ibadah yang menunggu kesabaran dan kehati-hatian tingkat tinggi. Menata dan menjaga jiwa dan raga ntuk menggapai haji mabrur di sisi Allah. Bismillaahi tawakkaltu 'alallaahu laahawla walaaquwwata illaa billaah. Aamiin.

Begitu terbang mengudara meninggalkan Tanah Air menuju Tanah Suci, terasa ada beban yang diringankan Allah. Kemantapan hati yang tengah dijalani dengan dipenuhi kepasrahan atau tawakkal ilaLlaah. Ada pula kerinduan yang dalam terpendam kini kian mendekat pada perjumpaan,  melihat dan masuk, shalat di Masjid Nabawi dan Madinatul Munawwarah Kota Nabi. Demikian juga akhirnya menapak kaki di Baitullah Masjidil Haram dan Kota Makkah Al Mukarramah. Hati siapa yang tak membuncah. Boleh merasa seakan tak menduga ini terjadi, meski selama ini berdoa dan berharap.  Kenyatannya sekarang bukan mimpi lagi ketika kaki benar-benar menjejak di Tanah Suci. Ini tempatmu dahulu, Ya Nabi. Tentu belum seperti ini tetapi di sinilah dahulu engkau ada, menerima risalah Sang Pencipta untuk sampaikan petunjuk dan tuntunan hidup manusia serta rahmat bagi seluruh alam. Engkau memang manusia yang tak ditakdirkan hidup abadi di dunia, Ya Rasul. Kami ke kotamu tak mungkin lagi menemuimu. Namun kami bersyukur kapada Allah, dengan dipanggilnya kami ke sini, kami merasa makin cinta dan dekat denganmu. Salam 'alayka Ya Rasuulullah.

******* 

Kini saat saudara-saudara kami berangkat menunaikan panggilan Allah tahun ini, kembali muncul kenangan pengalaman 2 tahun lalu itu. Ada kerinduan kembali mengunjungi Tanah Suci bagi yang pernah ke sana,  begitu sering sekali diungkapkan. Penulis memperoleh cerita langsung dari tetangga bahwa ketika penulis meninggalkan rumah pada pemberangkatan dahulu, beliau yang telah berhaji dan sudah pernah berangkat umrah pula, tak tahan membendung perasaan ingin kembali. Berbekal uang simpanan 26 juta, si ibu yang pensiunan guru itu menyusul kami ke kota kabupaten, untuk mendaftarkan diri berhaji lagi dan lalu mendapatkan porsi. Beliau berharap sebagai lansia untuk dapat berangkat lebih cepat. Wallaahu a'lam. Demikianlah memang, Kota Suci merupakan magnet untuk kaum muslimin berziarah,  beribadah, memenuhi paggilan Ilahi. Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika laasyariika laka labbaik. Innal hamda wanni'mata laka walmulk laasyariika laka.

Kami makin menyadari bahwa pengalaman beribadah ke Tanah Suci adalah nikmat besar yang tak terkirakan yang harus banyak-banyak disyukuri. Ibadah haji bukan puncak ibadah, demikian pesan Pak Prof. Dien Syamsudin. Jika sudah di puncak orang cenderung akan turun, maka haji adalah justru momentum awal untuk lebih meningkatkan  lagi ghirah atau semangat ibadah. Semangat mengabdi kepada Allah, baik melalui ibadah mahdhah  maupun ibadah ghayru mahdhah, segala sesuatu yang dijalankan lillaahi ta/ala. 

Doa ini tak akan henti kami panjatkan. Allaahumma yassirna ziyarata baytikal haram liaddaail hajja wal umrata. Aamiin.

_______

Lamongan, Rabu 29 April 2026.

 

Sabtu, 25 April 2026

Menulis Apa yang Dirasakan


_________

Menonton tayangan itu mudah. Membaca tulisan postingan tak sulit dilakukan. Mengunggah gambar, video di FB, IG, X, Tik Tok, You Tube, atau platform lainnya tak terlalu rumit. Sementara kegitan literasi berupa menulis adalah langka, belum banyak dilakukan. Prosentasinya masih kecil jika dibanding jumlah kaum terpelajar yang ada. Banyak ditemui keengganan menulis. 

Karya tulis terlahir dari proses yang perlu keseriusan. Mungkin ada yang mudah saja menghasilkan tulisan tetapi tampaknya jarang sekali. Tulislah apa yang dirasakan akan lebih mudah menulis apa yang dipikrkan. Demikian di antaranya tips yang pernah kita temui. Bila mencoba menerapkan saran itu, dengan menulis apa yang dirasakan, tentu akan dapat membuktikan kemanjurannya.

sayangnya, karya tulis tak semuanya manfaat. Sebagaimana semua hasil pekerjaan yang tentu dari proses yang tak mudah hasilnya tak selalu baik. Yang dimaksud adalah isi tulisan.  Itu bermula dari niat atau intensi dalam beraktivitas. Bila tujuan baik, benar, terarah, maka in sya Allah proses akan terbimbing  mengikuti. Kemasan atau kebaikan teknik penulisan  seyogyanya mewadahi pesan mulia yang disampaikan. .

Akhirnya, diharapkan kita tak terlalu banyak berteori tetapi minim praktik. Oleh karena imemulai itu separuh dari pekerjaan, maka mari kita jaga semangat berliterasi dengan menulis apa yang dirasakan, lalu apa yang dirasakan lagi, lalu apa yang dirasakan lainnya. 

Lamongan, 25 April 2026


Bekal 11 Bulan ke Depan

_______

Sebagaimana disampaikan oleh Pak Kyai atau mungkin penceramah lain, orang puasa akan mendapatkan dampak dari puasanya itu. Ada yang mengalami seperti ular, ada yang berdampak seperti ulat. Yang seperti ular, selepas puasa ia akan 'murungsungi' atau berganti kulit baru. Setelahnya  ia tetap liar, mengganggu seperti sebelumnya. Tidak ada yang lebih baik kecuali kulit atau penampilannya yang lebih baik. 

Sementara yang berpuasa seperti ulat, maka akan terjadi prubahan yang mengagumkan. Secara penampilan bahkan ia berubah lebih drastis. Jika sebelumnya berbentuk ulat yang bikin gatal, dilihat kulitnya penuh bulu, maka setelah berpuasa mengepompong sang ulat berubah diri ,menjadi kupu-kupu. Penampilannya yang baru membikin ia sedap dipandang, sering berwarna-warni dan kini mampu terbang. Mobilitasnya menjadi jauh lebih leluasa, luas kemana-mana.  

Kini sesudah Ramadhan berlalu masing-masing kita diharapkan koreksi diri, muhasabah. Tentu dengan berpandangan ke depan, optimis, melanjutkan kehidupan hingga tiba ajal menghadap Allah Sang Pencipta. Setiap waktu harus ada peningkatan kebaikan, keberkahan, ziyadatul khair, maka semangat menggapai ridha Allah selalu dijaga dengan sungguh-sungguh.

_______ 

Lamongan, 25 April 2026



Jumat, 24 April 2026

Kurang 10 Hari Pensiun Sudah Keburu Menemui Ajal


_______

                                                            Kurang 10 Hari Tak Sampai ke 60

Nit, Bapak mau syukuran pamitan ke sekolah hari Senin depan. Kata Pak Hartono, guru Bahasa Indonesia, pada Mbak Nita, anaknya yang kebetulan  menjadi tenaga TU sekolah. 

Pak, Senin depan itu masih tanggal 15 Pebruari. Apa tidak sebaiknya nunggu tanggal 26 Pebruari pas hari ultah Bapak. Atau tanggal 1 Maret saat Bapsk sudah masuk masa pensiun? Ujar  Mbak Nita menanggapi keinginan Pak Har.

Tidak. Pokoknya Bapak pengin syukuran Senin depan saja. Tegas Pak Hartono menolak saran anaknya. 

Akhirnya, Senin 15 Pebruari Pak Hartono melaksanakan syukuran pamitan purna tugas. Nasi dan jajan diberikan untuk seluruh guru dan karyawan. Kami, teman-teman Pak Har, senang saja, menikmatii. Kami merasa tak ada bedanya syukuran sekarang atau lain hari.

Selasa esoknya, Pak Hartono tidak masuk sekolah. Kabarnya, pagi hari Pak Har dolan ke tetangga sambil momong cucu. Jelang Dhuhur ia merasa agak pusing kepala dan istirahat di rumah. Karena kondisi memburuk, beliau segera dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan sebelum masuk kota, ajal sudah menjempunya.

Faidzaajaa ajaluhum laayasta'khiruina saa'atan walaatastaqdimuun. Apabila ajal telah tiba, maka itu tak dapat diundurkan atau dimajukan. Pak Hartono memaksa gelar syukuran Senin tanggal 15 Pebruari tentu terkait takdir ajalnya tanggal 16 Pebruari. 

Kita menduga Pak Har punya firasat kuat yang membuatnya ingin segera syukuran. Mungkini ia tidak tahu persis apa yang akan terjadi. Ia idak tahu bahwa akan mati. Perasaannya ysng menungun Wallaahu a’lam.

                                                                               *******          


                                                                Kisah Lainnya Juga                                                       

Ada sepasang suami istri Bapak dan Ibu Guru yang keduanya mutase ke kota lain kampung halaman mereka. Justru tak lama setelahnya mereka bercerai dan masing-masing menikah dengan orang lain. Setelah sekian lama, si ibu guru dikabarkan meninggal dunia karena sakit meski masa tugas dinasnya masih sekitar 10 tahun.

Ada Bapak Guru yang masa tugasnya kurang 6 tahun yang karena sakit kemudian pergi selamanya. Ada lagi yang masih menyisakan masa tugas 4 tahun Yang snenarik, yang sering penulis ceritakan adalah kisah Pak Hartono di atas yang hanya tinggal hitungan hari jelang masa pension namun saatnya telah tiba untuk menghadap Ilahi.

*******

Penulis masih berdinas 5 tahun ke depan, in sya Allah, bila dikaruniakan umur panjang. Penulis sering menjawab demikian, bila ditanya kapan pension, di antaranya berlatar cerita di atas.  Saat menulis ini, di bulan April 2026, penulis meniatkan meneruskan dan menyelesaikan tugas kedinasan hingga tuntas, sampai purna atau pensiun. Penulis, minimal sementara ini, tidak  punya niat untuk pensiun dini. Penulis tidak berniat mengajukan berhenti bekerja kedinasan sebelum masa tugas berakhir di usia 60 tahun. Man proposes God disposes. Manusia berencana Tuhan yang menentukan. Laahawla walaaquwwata illaa billaah. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Agung.

_______ 

Lamongan, 24 April 2026

                                                                           



Sebelum Pergi Mas Toyok Sempat Potong Rambut (In Memoriam Mas Moh. Arif Hartoyo , S.T.)

_______                                                        Aku tak ndik kene sik yo, Mas Kacung? Lak durung tutup seh?  Demikian Pak Kac...