Sabtu, 13 Juni 2026

Senjata Doa dengan Wasilah Amal Shalih

 _______

Bila senjata adalah alat perjuangan atau peperangan, bagaimana terjun ke medan laga dengan tangan kosong? Bondo nekad, bonek, mungkin saja berhasil tetapi jelas tak disarankan dan tak selalu dapat diandalkan. Sementara persenjataan pun perlu dilihat mana yang tepat mana yang efektif, untuk memenangkan pertarungan hal itu perlu dipertimbangkan.

Hidup adalah peperangan, ungkapan yang lebih lugas dari hidup adalah perjuangan.  Berjuang menenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja mencari nafkah sebagai sarana pelaksanaan misi penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah (abdullah) dan sebagai wakil Allah di muka bumi (khalifatullah fil ardli). Untuk berhasil menjalankan dua kisi itu

Atas bisikan syetan, bisa muncul di hati kita rasa was-was terhadap sesuatu yang belum terjadi atau belum tentu terjadi atau yang sebetulnya tak perlu dikhawatirkan. Kekhawatiran tak perlu dinormalisasi meski itu dapat sering terjadi. Selama kita sudah berpikir, belajar, berusaha atas apa yang kita hadapi maka selebihnya adalah hak atau urusan Allah untuk menyelesaikan. 

Man proposes God disposes, manusia berencana Tuhan yang menentukan. Faidzaa 'azamta fatawakkal 'alaLlaah. Apabila telah berketatapan hati, maka bertawakkalah kepada Allah. 

Selanjutnya sebagai orang beriman kita rela dengan ketetapan atau takdir Allah. Kita pun meyakini bahwa Allah tak berkepentingnn untuk menzalimi hamba-Nya. Kita harus positive thinking, husnudzan atau prasangka baik kepada Allah. Tuhan tak berkepentingan mendzalimi hamba. Hal jazaa al ihsan illaa ihsaan. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan.

Orang beriman yakin bahwa Allah Tempat Meminta. Allah mengabulkan segala doa. Semakin merasa butuh pertolongan Allah makin kuat jiwa tauhid, memantapkan dan memurnikan keesaan Allah. Tiada sesuatu pun yang menyamai Dzat maupun kuasa-Nya. Dia satu-satunya untuk kita berharap.

Akhirnya kita mencatat bahwa kita diajarkan  berdoa dengan wasilah amal shalih yang pernah kita lakukan. Itu merujuk pada kisah tiga orang yang berada di dalam gua yang kemudian pintunya tertutup batu. Ketiganya dapat keluar sesudah masing-masing berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amalan mulia yang pernah dikerjakan.

Sabtu 13 Juni 2026

_______


Kisah Tiga Orang yang Terjebak Dalam Gua

KISAH TIGA ORANG YANG TERJEBAK DALAM GUA

Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya.

 عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ انْطَلَقَ ثَلاثَةُ رَهْطٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى أَوَوْا الْمَبِيتَ إِلَى غَارٍ فَدَخَلُوهُ فَانْحَدَرَتْ صَخْرَةٌ مِنْ الْجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهِمْ الْغَارَ فَقَالُوا إِنَّهُ لا يُنْجِيكُمْ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ إِلا أَنْ تَدْعُوا اللَّهَ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ اللَّهُمَّ كَانَ لِي أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ وَكُنْتُ لا أَغْبِقُ – شُرْب الْعَشِيّ – قَبْلَهُمَا أَهْلا وَلا مَالا فَنَأَى بِي فِي طَلَبِ شَيْءٍ يَوْمًا فَلَمْ أُرِحْ عَلَيْهِمَا حَتَّى نَامَا فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوقَهُمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِمَيْنِ وَكَرِهْتُ أَنْ أَغْبِقَ قَبْلَهُمَا أَهْلا أَوْ مَالا فَلَبِثْتُ وَالْقَدَحُ عَلَى يَدَيَّ أَنْتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُمَا ُ [َ فَكَرِهْتُ أَنْ أُوقِظَهُمَا وَالصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ – الصِّيَاح بِبُكَاء بسبب الجوع – عِنْدَ رِجْلَيَّ فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ دَأْبِي وَدَأْبَهُمَا حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ ] حَتَّى بَرَقَ الْفَجْر فَاسْتَيْقَظَا فَشَرِبَا غَبُوقَهُمَا اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ فَانْفَرَجَتْ شَيْئًا لا يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوج 

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga orang dari umat sebelum kalian melakukan perjalanan, lalu mereka masuk ke dalam goa untuk berteduh di sana. Tiba-tiba ada batu besar yang runtuh dari atas gunung dan menutup pintu gua. Mereka berkata, “Kalian tidak dapat selamat dari batu ini kecuali kalian berdoa dengan perantara amal-amal salih kalian.”

Lalu salah seorang dari mereka berdoa, “Ya Allah, dahulu saya memiliki kedua orang tua yang sudah renta. Saya tidak memberi minuman di  malam hari untuk keluarga saya atau hewan ternak saya, sebelum saya memberi  minuman untuk keduanya. Suatu saat saya ada keperluan hingga pulang larut dan belum sempat saya beri minum. Maka saya buatkan minuman untuk mereka, namun ternyata saya dapatkan mereka telah tertidur. Saya tidak ingin memberikan minum kepada keluarga dan hewan ternak saya sebelum saya memberikan minum untuk keduanya, maka saya tunggu mereka bangun dari tidur sambil memegangi wadah minuman tersebut. Saya pun tidak ingin membangunkan keduanya, sementara anak-anak saya menangis-nangis kelaparan dan memegangi kaki saya. Begitu seterusnya hingga terbit fajar. Kemudian terbit fajar, lalu aku membangunkan keduanya dan memberinya minum. 

“Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap wajah-Mu, lepaskanlah kami dari batu ini.” Lalu batu itu bergeser sedikit, namun mereka belum dapat keluar darinya.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ الآخَرُ اللَّهُمَّ كَانَتْ لِي بِنْتُ عَمٍّ كَانَتْ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَيَّ [ كُنْتُ أُحِبُّ امْرَأَةً مِنْ بَنَاتِ عَمِّي كَأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرَّجُلُ النِّسَاءَ ] فَأَرَدْتُهَا عَنْ نَفْسِهَا فَامْتَنَعَتْ مِنِّي حَتَّى أَلَمَّتْ بِهَا سَنَةٌ مِنْ السِّنِينَ فَجَاءَتْنِي [ فَقَالَتْ لا تَنَالُ ذَلِكَ مِنْهَا حَتَّى تُعْطِيَهَا مِائَةَ دِينَارٍ فَسَعَيْتُ فِيهَا حَتَّى جَمَعْتُهَا ] فَأَعْطَيْتُهَا عِشْرِينَ وَمِائَةَ دِينَارٍ عَلَى أَنْ تُخَلِّيَ بَيْنِي وَبَيْنَ نَفْسِهَا فَفَعَلَتْ حَتَّى إِذَا قَدَرْتُ عَلَيْهَا قَالَتْ لا أُحِلُّ لَكَ أَنْ تَفُضَّ الْخَاتَمَ إِلا بِحَقِّهِ [قَالَتْ اتَّقِ اللَّهَ وَلا تَفُضَّ الْخَاتَمَ إِلا بِحَقِّهِ ] فَتَحَرَّجْتُ مِنْ الْوُقُوعِ عَلَيْهَا فَانْصَرَفْتُ عَنْهَا [ فَقُمْتُ وَتَرَكْتُهَا] وَهِيَ أَحَبُّ النَّاسِ إِلَيَّ وَتَرَكْتُ الذَّهَبَ الَّذِي أَعْطَيْتُهَا اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ فَانْفَرَجَتْ الصَّخْرَةُ [فَفَرَجَ عَنْهُمْ الثُّلُثَيْنِ ]  غَيْرَ أَنَّهُمْ لَا يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوجَ مِنْهَا

Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Yang lain berkata, ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang sangat aku cintai, lalu aku ingin berbuat zina dengannya, namun dia menolaknya. Hingga suatu saat terjadi musim paceklik. Maka dia datang (untuk meminta bantuan), maka aku memberikannya 120 dinar dengan syarat dia menyerahkan dirinya kepadaku. Maka dia bersedia. Hingga ketika aku dapat melakukan apa yang aku inginkan terhadapnya, dia berkata, ‘bertakwalah kepada Allah, cincin tidak boleh dilepas kecuali oleh orang yang berhak.”Maka akupun takut melakukan perbuatan itu, lalu aku tinggalkan dia padahal dia adalah orang yang paling aku cintai. Aku tinggalkan pula emas yang telah aku berikan kepadanya. “Ya Allah, jika aku melakukan hal tersebut semata untuk mengharap wajah-Mu, maka bebaskan aku dari apa yang aku alami ini.” Lalu batu itu bergeser dua pertiganya, namun mereka masih telah belum dapat keluar.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ الثَّالِثُ اللَّهُمَّ إِنِّي اسْتَأْجَرْتُ أُجَرَاءَ فَأَعْطَيْتُهُمْ أَجْرَهُمْ ( أَيْ : ثَمَنه) غَيْرَ رَجُلٍ وَاحِدٍ تَرَكَ الَّذِي لَهُ وَذَهَبَ فَثَمَّرْتُ أَجْرَهُ حَتَّى كَثُرَتْ مِنْهُ الأَمْوَالُ فَجَاءَنِي بَعْدَ حِينٍ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَدِّ إِلَيَّ أَجْرِي فَقُلْتُ لَهُ كُلُّ مَا تَرَى مِنْ أَجْرِكَ مِنْ الإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَمِ وَالرَّقِيقِ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ لا تَسْتَهْزِئُ بِي فَقُلْتُ إِنِّي لا أَسْتَهْزِئُ بِكَ فَأَخَذَهُ كُلَّهُ فَاسْتَاقَهُ فَلَمْ يَتْرُكْ مِنْهُ شَيْئًا اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ فَانْفَرَجَتْ الصَّخْرَةُ فَخَرَجُوا يَمْشُونَ .

Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Yang ketiga berkata, ‘Ya Allah, dahulu aku menyewa beberapa orang pekerja, lalu aku berikan upah mereka masing-masing kecuali satu orang yang meninggalkannya begitu saja. Maka upahnya tersebut aku investasikan hingga berkembang. Lalu (sekian lama kemudian) orang itu datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai fulan, berikan upahku.’ Maka aku katakan kepadanya, ‘Semua yang engkau lihat berupa onta, sapi, kambing dan budak adalah upahmu.” Maka orang itu berkata, ‘Wahai Abdullah, jangan meledek aku,’ Aku berkata, ‘Sungguh aku tidak meledekmu.” Lalu orang itu mengambil semua haknya tanpa menyisakan sedikitpun. “Ya Allah, jika aku lakukan semua itu karena berharap wajah-Mu, maka bebaskanlah aku dari apa yang aku alami ini.” Lalu batu itu bergerak sehingga akhirnya mereka dapat keluar meninggalkan tempat tersebut.

Pelajaran dari kisah ini:
Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” [Al-Maidah/5: 35]

Qatadah berkata, “Bertaqarrublah kepada-Nya dengan mentaati-Nya dan beramal dengan sesuatu yang Dia ridhai.”

1. Amal saleh yang dilakukan diwaktu senang, dapat dimanfaatkan seseorang di waktu sulit. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Jagalah Allah, Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenali Allah di waktu senang, Dia akan mengenalimu di waktu sulit.”

2. Seorang muslim wajib kembali kepada Allah semata dalam doanya, khususnya ketika sedang mengalami musibah. Termasuk syirik besar adalah berdoa kepada orang mati yang telah tiada. Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَدْعُ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَنفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ الظَّالِمِينَ

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, Maka Sesungguhnya kamu kalau begitu Termasuk orang-orang yang zalim.” [Yunus/10:106]

Yang dimaksud orang-orang zalim adalah orang-orang musyrik.

3. Disyariatkannya tawasul kepada Allah dengan amal saleh. Hal ini sangat bermanfaat, khususnya saat mengalami bencana berat. Sebaliknya, tidak disyariatkan bertawasul dengan dzat atau kedudukan makhluk tertentu.

4. Cinta kepada Allah harus didahulukan daripada cinta terhadap apa yang dikehendaki hawa nafsu.

5. Siapa yang meninggalkan zina dan kemungkaran karena takut kepada Allah, maka Allah akan selamatkan dari bencana.

6. Siapa yang menjaga hak-hak para pekerja, Allah akan melindunginya di waktu sulit dan selamatkan dirinya dari ujian.

7. Berdoa kepada Allah disertai tawasul dengan amal saleh dapat menyingkirkan batu.

8. Berbakti kepada orang tua dan memuliakan keduanya melebih isteri dan anak-anak.

9. Hak orang yang disewa harus diperhatikan. Jangan menunda-nunda pembayaran. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

Berikan hak para pegawai sebelum keringat mereka kering.”

10. Disunahkan mengembangkan harta pegawai yang dia tinggalkan. Ini adalah amal mulia dan masih merupakan hak pegawai tersebut.

11. Syariat sebelum kita adalah syariat kita jika hal itu dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam bentuk pujian dan tidak ada petunjuk yang menghapusnya. Kisah ini disampaikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada kita dalam rangka memuji ketiga orang tersebut agar kita dapat meneladani mereka.

12. Dituntutnya keikhlasan dalam beramal, karena setiap dari mereka berkata, “Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap wajah-Mu, maka selamatkan kami dari apa yang kami alami.”

13. Ditetapkannya sifat ‘wajah’ bagi Allah subhaanahu wa ta’ala tanpa bermaksud menyerupai. Allah Ta’ala berfirman,

لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat.” [Asy-Syura/42:11]

Disalin dari islamqa




Kamis, 11 Juni 2026

Sebelum Pergi Mas Toyok Sempat Potong Rambut (In Memoriam Mas Moh. Arif Hartoyo , S.T.)

_______

                                            

Aku tak ndik kene sik yo, Mas Kacung? Lak durung tutup seh?  Demikian Pak Kacung tukang potong rambut dekat pertigaan / perempatan Mayangkara menirukan ucapan Mas Toyo setelah dipotong rambutnya Selasa malam. Saat itu sudah pukul 9. Ada satu pelanggan lain yang masih di sana, lalu datang lagi, satu tetangga. Setelah cukup  jenak santainya, hingga seperempat jam kemudian baru pamit.  

Mas Toyo juga almarhum ayahnya dahulu langganan kesini, serta ada keponakan kecilnya yang tinggal di Tuban mau dipotong rambutnya kalau kesini.  Lha, belum sampai sehari Rabu sore koq sudah meninggal, kenang  Pak Kacung. Hmm...berarti sebelum pergi potong dulu.  Setelahnya pun ingin berlama-lama, anggaplah  pamitan. Rabu pagi masih berangkat kerja, siang sudah menghadap Sang Pencipta. Inalillaahi wainna ilayjhi raajin.

Ceritanya, dokter mendiagnosa itu serangan jantung. Kepergian yang mendadak sosok low profile, rendah hati, juga humoris ini mengagetkan tak hanya keluarga dan kerabat tetapi juga sahabat, teman,  rekanan serta semua yang pernah mengenalnya. Dahulu aktifitasnya di luar kota, di antaranya terkait tambang minyak Blok Cepu. Pernah juga yang terkait USAID. Akhir-akhir ini sebagai fasilitator teknis pembangunan infrastruktur, sebuah profesi yang diakui secara nasional melaluo standar kompetensi yang diuji Badan Nadoonal Sertifikasi Profesi (BNSP Fasilitattor Profesi).

Penulis beberapa hari lalu menduga akan bertemu dengannya pekan ini pada rapat yang dijadwalkan Sabtu malam atau malam Ahad besok. Asal tidak sedang keluar kota, misalnya, Mas Toyo suka menyempatkan hadir saat ada undangan pertemuan. Termasuk pertemuan di tingkat daerah, beliau mengusahakan kesediaan ikut mewakili apalagi jika banyak teman pengurus yang sedang repot atau sibuk. Pertengahan April lalu pada Halal Bi Halal dan  Musypimda II  kami bertemu untuk terakhir kali.  Sebelum dan di sela acara kami  ngobrol, bincang ringan hingga saat  coffee break  Mas Toyo pamit keluar untuk merokok.

Sementara sebelum bulan Ramadhan, seperti kesan Bu Eliz,  ketua ortom PCNA,, kami terkesan dengan presentasi Mas Toyo sebagai seorang sarjana teknik. Mas Toyo diminta membuat rancangan renovasi asrama pondok pesantren. Dengan komputer dan layar lebar Mas Toyo memberikan panduan dan pandangan yang harus dikerjakan. Beliau welcome terhadap pertanyaan dan pendapat. 

Mas Toyok, atau teman sekolahnya panggil dia Arif, memang suka  gaya santai tak memaksakan kehendak pribadi, tentu dengan tetap menjaga sikap profesional keilmuannya. Low profile itulah kelebihan yang barangkali menginspirasi. Di saat banyak orang butuh validasi, ia seperti menikmati tampil di belakang layar. Ia berusaha  berakhlak yang baik pada orang Lain. Ma sya Allah.

Ajalmu telah tiba, Mas Toyo. Sesuatu yang tak dapat dimajukan atau dimundurkan. Terlepas apa pun sebab meninggalmu. Tugas hidup dengan peran menjadi bagian keluargamu, anggota masyarakat, termasuk  berada dalam barisan pengemban dakwah telah usai, yakni sebagai salah satu Wakil Ketua PCM.Mantup. Semoga banyak amal jariyah yang terus menemanimu menghadap Allah. Sebagai manusia biasa seperti kami, semoga diampunkan dosa-dosa atau khilafmu.

Allaahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu. Allaahumma latahrimna ajrahu walaataftinna ba'dahu waghfirlana walahu. Aamiin.

Mantup, Kamis 11 Juni 2026

_______




Minggu, 31 Mei 2026

Surga Seluas Langit dan Bumi Pasti untuk Banyak Penghuni

_______

Kehidupan dapat dilihat dari sisi yang menarik. Ada ibu-ibu rumah tangga  yang menikmati dan sungguh-sungguh ingin melayani kebutuhan keluarga. Sedikit keluh kesah karena lelah adalah wajar sebagai manusia. Namun mereka terbukti mencurahkan waktu dan perhatiannya agar kebutuhan keluarga terpenuhi sebaik-baiknya. Yang demikian itu terpuji dalam pandangan agama dan itu disebut setara dengan amalan jihad kaum laki-laki. 

Ada murid yang orang tuanya hidup berpisah terlihat tegar, sabar dan mampu mengatasi perasaannya. Ia terus rajin belajar dan beribadah. Sering kali ia berusaha menjaga wudhu-nya, berangkat ke sekolah dalam keadaan suci. Anak-anak lain yang mengalami nasib serupa, dari keluarga broken home,  ternyata juga tak sedikit. Belum lagi yang status yatim, ayah telah meninggal, atau piatu, ibu telah meninggal, cukup banyak terdata. Pada saat guru berusaha menyelami dan mengajarkan kehidupan pada murid, secara tak terduga guru pun belajar dari apa-apa yang dialami para murid.  

Di jalan ada orang saling menyapa dengan akrab. Sesama sopir angkutan saling membantu mendapatkan pengguna jasa persewaan. Di proyek pembangunan gedung juga biasa ditemui guyonan yang menunjukkan tingkat keakraban atau saling memahami. Terjadi saling gojlok, saling olok adalah sekedar menguatkan, agar semua selalu semangat menjalani hidup yang penuh dinamika.. Di sela kerja pembangunan fasilitas masjid, tak jarang ada yang datang tanpa diminta dan membawakan sekadar makanan, jajanan atau minuman. Turut berpartisipasi beramal sesuai keadaan masing-masing.

Setiap orang berbuat baik, beramal shalih, sesuai dengan keadaannya. Yang orang dapat lakukan belum tentu yang lainnya mampu, begitu pun sebaliknya. Kita suka kagum pada momen orang menolong sesama, sementara kita tak bergerak, atau belum bergerak, kalah sigab. Mereka spontan tanpa pikir panjang segera  bergerak, menolong. barangkali  hati yang ikhlas, tanpa beban di dada atau di kepala, itu yang membuat cepat dan ringan.Tentu saja urun tangan dari yang  berilmu, berpengalaman atau berpengetahuan,   lebih dapat diandalkan dari pada yang sekedar bersemangat. 

*******

Kenapa Israel tak segera dimusnahkan? Perjuangan melawan kedzaliman bangsa Yahudi itu  adalah salah satu jalan bangsa Palestina memperoleh surga. Selain juga untuk menguji siapa saja, mana manusia yang masih waras nuraninya dan mana manusia yang tak sehat kemanusiaannya. 

Ada tetangga, keluarga Pak Mudin, belum lama ini diberikan ujian besar anak keduanya, laki-laki berusia 28 tahun, meninggal mendadak akibat kecelakaan lalu lintas. Allah tentu memberikan pahala besar kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya Bu Mudin dan Pak Mudin. Ujian yang besar, putra yang dikasihi diambil kembali oleh Pemilik Sejati, Ilahi Rabbi.

Ada yang diuji sakit lama, itu pun jika dihadapi dengan sabar, maka sakit itu akan menghapus dosa-dosa. Itu tentu juga mendatangkan pahala besar untuk yang merawatnya. Pastilah itu tidak semudah menuliskan atau menyampaikan hal tersebut. Kesabaran tingkat tinggi itu  layak nendapatkan ridha Allah Ta'ala.

Ada pula yang sepanjang hidupnya selalu mengalami kesulitan ekonomi. Bisa jadi ada dosa-dosanya yang tidak terhapus dengan shalat tetapi  dengan kesabaran menjalani keadaan yang kekurangan. Uniknya, ada yang berhasil melewati ujian kekurangan tetapi justru terpeleset saat semua kemudahan didapatkan. Di jalan mulus banyak yang terlena dan celaka tak beda dengan di jalan terjal

*******

Mengenal orang-orang di sekitar sesungguhnya kita akan mengenal betapa banyak ragam penjalanan hidup atau ujian yang dihadapi setiap orang beriman. Ujian beragam melahirkan kebaikan yang beragam pula. Laayukallifullaahu nafsan illaa wus'aha. Allah tidak menguji seseorang kecuali sesuai keadaan masing-masing, lebih kurang demikian.

Semua orang beriman berkesempatan menjadi mulia di sisi Allah. Inna akramakum 'indaLlaahi atqaakum. Sesungguhnya yang mulia di antara kalian ialah yang taqwa kepada Allah. Sementara jalan menuju ketaqwaan adalah amat banyak, sebanyak jumlah orang beriman. . Ketaqwaan dapat digapai siapa saja yang beramal  shalih. Surga tempat kembali  orang beriman dan beramal shalih oleh karena itu tersedia luas, seluas langit dan bumi tersedia untuk hamba Allah yang bertaqwa.

Wasaari'u ilaa maghfiratin min rabbikum wajannatin ardluhassamaawaati wal ardli u'iddat lilmuttaqiin. 

Dan bersegeralah pada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (TQS. Ali Imran: 133)

Allaahumma nas'alukal jannata wana'udzubika minannaar. Aamiin

_______ 

Ahad, 14 Dzulhijjah 1447 H / 31 Mei 2026

Jumat, 15 Mei 2026

Jiwa Muda, Semangat Beramal, Wawasan Jauh ke Depan

_______

Saat mendengarkan lagu-lagu lawas,  pikiran dan perasaan terbawa ke masa lalu. Jadilah kita orang tua karena yang memiliki masa lalu adalah orang yang berumur, tua. Menikmati masa lalu berati menikmati status tua. Sementara orang muda ialah orang yang memiliki masa depan. Jadi meski telah berumur banyak, namun bila selalu beroriantasi ke depan, bahkan wawasannya menembus batas ruang dan waktu, dunia akhirat, maka semangat muda yang akan kelihatan. Orang beriman, oleh karena itu, ialah orang yang punya semangat hidup tinggi, tak mengenal putus asa dari rahmat Allah. 

Lihatlah, orang beriman selalu bangun pagi, bahkan sebelum Subuh. Mereka sedia kurang tidur dan suka bangun malam meski orang lain banyak yang tidur melulu. Mereka berani lapar,  tidak makan dan minum sesuai ketentuan syariat dengan ibadah puasa. Mereka berani mengeluarkan rejeki yang diperoleh untuk amal jariyah, zakat, infaq., shadaqah sebagai investasi untuk hidup abadi kelak di negeri akhirat. Berbuat baik, amal shalih, menebar manfaat untuk sesama pun berusaha ikhlas tak harap balasan kecuali ridha dari Allah Ta'ala.

Orang beriman menjaga kebersihan. Tak hanya kebersihan lahiriah yang tampak namun juga sifat dan cara mendapatkan dan menggunakan, baik makanan maupun barang. Bahkan juga mempertimbangkan kualitas perkataan dan perbuatan hingga mengusahakan kebersihan hati. Ada ikhtiyar-ikhtiyar juga doa agar mencapai pribadi yang shalih secara personal hingga shalih secara sosial. Yang dilakukan pun tak hanya untuk diri sendiri, keluarga dan kelompoknya, tetapi juga untuk sesama serta seluruh alam semesta. Semangat memberikan manfaat yang baik secara menyeluruh, rahmatan lil'aalamiin. 

Orang beriman bukan kualitas Nabi, yang maksum, yang kalis dari salah atau aib. Orang beriman itu orang yang dapat saja bersalah tetapi yang selalu berusaha memperbaiki.diri. Baginya belajar tak ada hentinya sesuai anjuran Nabi. Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim  laki-laki dan perempuan dari buaian hingga liang lahat. Bahwa agama adalah untuk orang yang berakal maka orang beriman senantiasa berpikir setiap saat dan setiap langkah. Kehati-hatian membuatnya teliti, cerdas dalam berpikir dan merasa. Pinsip hari ini lebih baik dari hari lalu, hari depan lebih baik dari sekarang, selalu membuatnya tumbuh dan terus berkembang. 

Semangat hidup orang beriman tak terkalahkan. Hidup mulia atau mati syahid, isy kariman awmut syahidan, membuatnya menjadi pribadi yang mengagumkan. Bila senang selalu bersyukur dan bila susah selalu bersabar. Semangat berlomba dalam kebaikan, fastabiqul khayrat, bukan sekedar slogan tetapi niat sejati membangun kebaikan. Bicara dusta, ingkar janji, diberi amanah khianat adalah sifat-sifat munafik yang dijauhi orang-orang beriman. Kebalikan dari kemunafikan adalah keimanan. 

Akhirnya, tak lupa ditambahakan sebagai penutup tulisan pendek ini yakni bahwa orang beriman itu ialah orang-orang yang berendah hati yang didasari keikhlasan mengharap hanya balasan ridha Allah. Sikap sombong adalah kebodohan yang memalukan karena tiada daya dan upaya kecuali semua atas ijin dan pertolongan Allah Ta;ala. Laahawla walaaquwwata illaabillaah. Jadi, orang beriman itu selalu berjiwa muda yang senantiasa bersemangat amal shalih dalam hidup, berwawasan ke depan dunia akhirat, rendah hati, tahu diri di tengah sesama di hadapan Allahsubhaanahu wata'ala. Wallaahu a'lam.

_______ 

Lamongan Jum'at sore 15 Mei 2026

Rabu, 29 April 2026

Ketika Ada Calon Jamaah Haji Berangkat


_______

Hari ini ada pemberangkatan haji. Suatu momen yang banyak maknanya. Untuk jamaah yang berangkat, ini merupakan kejadian yang tak terkira nilainya. Proses panjang menunggu sejak pendaftaran bertahun-tahun, belasan tahun, sekarang saatnya terbayar kesabaran itu. Meski mungkin karena suatu hal, tetap ada yang rela bila tidak dipanggil sekarang. Termasuk kesabaran itu adalah kesibukan atau keribetan persiapan meninggalkan keluarga satu bulan hingga 40-an hari.  Pikiran dan perasaan bercampur baur, campur aduk. Ditambah pula kelelahan melewati tradisi baik. Sekedar mohon  dia dan pamitan yang mampu dijalani. Itu adalah semampunya karena bukan hal yang wajib atau pun sunnah yang terkait degan syariat ibadah haji. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, lain tempat lain tradisinya, lain orang lain kepala dan lain-lain kemampuan dan kondisinya. Semua segera akan dilepaskan, ditinggal terbang. Tiba saatnya menuju pelaksanaan ibadah yang menunggu kesabaran dan kehati-hatian tingkat tinggi. Menata dan menjaga jiwa dan raga ntuk menggapai haji mabrur di sisi Allah. Bismillaahi tawakkaltu 'alallaahu laahawla walaaquwwata illaa billaah. Aamiin.

Begitu terbang mengudara meninggalkan Tanah Air menuju Tanah Suci, terasa ada beban yang diringankan Allah. Kemantapan hati yang tengah dijalani dengan dipenuhi kepasrahan atau tawakkal ilaLlaah. Ada pula kerinduan yang dalam terpendam kini kian mendekat pada perjumpaan,  melihat dan masuk, shalat di Masjid Nabawi dan Madinatul Munawwarah Kota Nabi. Demikian juga akhirnya menapak kaki di Baitullah Masjidil Haram dan Kota Makkah Al Mukarramah. Hati siapa yang tak membuncah. Boleh merasa seakan tak menduga ini terjadi, meski selama ini berdoa dan berharap.  Kenyatannya sekarang bukan mimpi lagi ketika kaki benar-benar menjejak di Tanah Suci. Ini tempatmu dahulu, Ya Nabi. Tentu belum seperti ini tetapi di sinilah dahulu engkau ada, menerima risalah Sang Pencipta untuk sampaikan petunjuk dan tuntunan hidup manusia serta rahmat bagi seluruh alam. Engkau memang manusia yang tak ditakdirkan hidup abadi di dunia, Ya Rasul. Kami ke kotamu tak mungkin lagi menemuimu. Namun kami bersyukur kapada Allah, dengan dipanggilnya kami ke sini, kami merasa makin cinta dan dekat denganmu. Salam 'alayka Ya Rasuulullah.

******* 

Kini saat saudara-saudara kami berangkat menunaikan panggilan Allah tahun ini, kembali muncul kenangan pengalaman 2 tahun lalu itu. Ada kerinduan kembali mengunjungi Tanah Suci bagi yang pernah ke sana,  begitu sering sekali diungkapkan. Penulis memperoleh cerita langsung dari tetangga bahwa ketika penulis meninggalkan rumah pada pemberangkatan dahulu, beliau yang telah berhaji dan sudah pernah berangkat umrah pula, tak tahan membendung perasaan ingin kembali. Berbekal uang simpanan 26 juta, si ibu yang pensiunan guru itu menyusul kami ke kota kabupaten, untuk mendaftarkan diri berhaji lagi dan lalu mendapatkan porsi. Beliau berharap sebagai lansia untuk dapat berangkat lebih cepat. Wallaahu a'lam. Demikianlah memang, Kota Suci merupakan magnet untuk kaum muslimin berziarah,  beribadah, memenuhi paggilan Ilahi. Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika laasyariika laka labbaik. Innal hamda wanni'mata laka walmulk laasyariika laka.

Kami makin menyadari bahwa pengalaman beribadah ke Tanah Suci adalah nikmat besar yang tak terkirakan yang harus banyak-banyak disyukuri. Ibadah haji bukan puncak ibadah, demikian pesan Pak Prof. Dien Syamsudin. Jika sudah di puncak orang cenderung akan turun, maka haji adalah justru momentum awal untuk lebih meningkatkan  lagi ghirah atau semangat ibadah. Semangat mengabdi kepada Allah, baik melalui ibadah mahdhah  maupun ibadah ghayru mahdhah, segala sesuatu yang dijalankan lillaahi ta/ala. 

Doa ini tak akan henti kami panjatkan. Allaahumma yassirna ziyarata baytikal haram liaddaail hajja wal umrata. Aamiin.

_______

Lamongan, Rabu 29 April 2026.

 

Sabtu, 25 April 2026

Menulis Apa yang Dirasakan


_________

Menonton tayangan itu mudah. Membaca tulisan postingan tak sulit dilakukan. Mengunggah gambar, video di FB, IG, X, Tik Tok, You Tube, atau platform lainnya tak terlalu rumit. Sementara kegitan literasi berupa menulis adalah langka, belum banyak dilakukan. Prosentasinya masih kecil jika dibanding jumlah kaum terpelajar yang ada. Banyak ditemui keengganan menulis. 

Karya tulis terlahir dari proses yang perlu keseriusan. Mungkin ada yang mudah saja menghasilkan tulisan tetapi tampaknya jarang sekali. Tulislah apa yang dirasakan akan lebih mudah menulis apa yang dipikrkan. Demikian di antaranya tips yang pernah kita temui. Bila mencoba menerapkan saran itu, dengan menulis apa yang dirasakan, tentu akan dapat membuktikan kemanjurannya.

sayangnya, karya tulis tak semuanya manfaat. Sebagaimana semua hasil pekerjaan yang tentu dari proses yang tak mudah hasilnya tak selalu baik. Yang dimaksud adalah isi tulisan.  Itu bermula dari niat atau intensi dalam beraktivitas. Bila tujuan baik, benar, terarah, maka in sya Allah proses akan terbimbing  mengikuti. Kemasan atau kebaikan teknik penulisan  seyogyanya mewadahi pesan mulia yang disampaikan. .

Akhirnya, diharapkan kita tak terlalu banyak berteori tetapi minim praktik. Oleh karena imemulai itu separuh dari pekerjaan, maka mari kita jaga semangat berliterasi dengan menulis apa yang dirasakan, lalu apa yang dirasakan lagi, lalu apa yang dirasakan lainnya. 

Lamongan, 25 April 2026


Bekal 11 Bulan ke Depan

_______

Sebagaimana disampaikan oleh Pak Kyai atau mungkin penceramah lain, orang puasa akan mendapatkan dampak dari puasanya itu. Ada yang mengalami seperti ular, ada yang berdampak seperti ulat. Yang seperti ular, selepas puasa ia akan 'murungsungi' atau berganti kulit baru. Setelahnya  ia tetap liar, mengganggu seperti sebelumnya. Tidak ada yang lebih baik kecuali kulit atau penampilannya yang lebih baik. 

Sementara yang berpuasa seperti ulat, maka akan terjadi prubahan yang mengagumkan. Secara penampilan bahkan ia berubah lebih drastis. Jika sebelumnya berbentuk ulat yang bikin gatal, dilihat kulitnya penuh bulu, maka setelah berpuasa mengepompong sang ulat berubah diri ,menjadi kupu-kupu. Penampilannya yang baru membikin ia sedap dipandang, sering berwarna-warni dan kini mampu terbang. Mobilitasnya menjadi jauh lebih leluasa, luas kemana-mana.  

Kini sesudah Ramadhan berlalu masing-masing kita diharapkan koreksi diri, muhasabah. Tentu dengan berpandangan ke depan, optimis, melanjutkan kehidupan hingga tiba ajal menghadap Allah Sang Pencipta. Setiap waktu harus ada peningkatan kebaikan, keberkahan, ziyadatul khair, maka semangat menggapai ridha Allah selalu dijaga dengan sungguh-sungguh.

_______ 

Lamongan, 25 April 2026



Senjata Doa dengan Wasilah Amal Shalih

 _______ Bila senjata adalah alat perjuangan atau peperangan, bagaimana terjun ke medan laga dengan tangan kosong? Bondo nekad, bonek, mungk...