Rabu, 09 Juli 2025

Yang Ingin Menggapai Cita-cita Tertinggi



Bila ada  orang yang merasa latar belakang kehidupannya tak pernah berdosa, berbuat keliru, maka ia mungkin lupa bahwa sebagian sahabat dan pembela Nabi Muhammad shalallaahu 'alayhi wassalam adalah orang-orang yang berlatar belakang kelam. Ada di antara mereka justru sebelumnya adalah musuh, turut memerangi Rasulullah dan para pengikut beliau di masa awal. Betapa hidayah Allah dapat turun pada orang-orang yang dikehendaki-Nya, yang mungkin orang tak menduga. 

Setelah hijrah, mereka adalah orang-orang mulia yang 'prestasi'-nya dapat melebihi yang tak pernah menjalani kejahiliyahan seperti mereka. Tulisan pendek ini tentu tak hendak membaikkan orang yang memiliki masa lalu jelek, namun untuk mengingat bahwa keadaan akhir itu lebih penting diperhatikan dari pada masa lalu. Entah itu masa lalu yang buruk atau yang membanggakan. Wal aakhiratu khayrun laka minal uwlaa.

Masa lalu yang bersih tentu modal baik untuk melangkah ke depan. Ibarat orang yang tak punya penyakit bawaan, tak pernah cedera, tak pernah sakit hingga opname, mereka barangkali seharusnya berpotensi memiliki stamina yang baik untuk melanjutkan perjalanan ke depan. Namun semua harus selalu berendah hati memohon petunjuk Allah agar hidayah-Nya senantiasa tersemat di hati hingga akhir hayat.  

Ada dua hal yang perlu dilihat ke depan untuk semua kita yang masih punya jatah umur, yang berlanjut kehidupannya. Yang pertama apakah kelak akan sampai pada alamat yang dituju, husnul khatimah atau akhir yang baik. Yang kedua seberapa banyak prestasi kebajikan yang dibawa sebagai bekal meninggalkan kehidupan di dunia untuk melanjutkan ke kehidupan abadi di akhirat. Semoga rapor amal lebih banyak kebaikannya dan bukan sebaliknya, na'udzubillah mindzaalik.

Bila ada yang salah alamat, tidak sampai pada tujuan mulia hidup di dunia, maka sungguh merugi dan menuai sesal abadi karena menerima ganjaran siksa neraka. Sementara yang kelak sampai pada alamat yang seharusnya dituju, maka sungguh beruntung. Bahkan ini terlepas apa pun masa lalunya. Latar belakang masa lalu yang baik tidak berguna bila akhirnya buruk. Sementara masa lalu yang kelam bila diakhiri dengan taubat dalam kebaikan, maka ini adalah keberuntungan.

Surga itu seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang yang taqwa. Berbagai kebajikan dapat antarkan kita kesana. Kita tidak dituntut kecuali sesuai keadaan atau kemampuan kita. Namun yang pasti kita diwajibkan bersungguh-sungguh dalam belajar lalu mengamalkan semua kebaikan yang dituntunkan oleh junjungan kita Nabiyyullah Muhammad shalallaahu 'alayhi wassalam. Rujukan keyakinan dan kebaikan hanya kepada Sang Nabi Akhirul Jaman. 

Kita harus berhati-hati agar tidak terperosok dalam kehinaan akibat perbuatan dosa. Kita semestinya bersemangat mengumpulkan bekal untuk dibawa dalam penimbangan amal pada yaumul hisab. Kita ingin terjauh dari siksa neraka yang pedih. Kita ingin masuk surga yang penuh kenyamanan atau kenikmatan. Kita ingin berkumpul besama Rasulullah Muhammad shalaLlaahu 'alayhi wasallam. Kita tentu ingin bertemu Allah subhaanahu wata'ala.

________

Rabu, 9 Juli 2025 / 14 Muharram 1447 H

Tidak ada komentar:

Jangan Suruh Anak Hebat Seperti Suruh Ikan Terbang, Burung Berenang

_______ Seorang siswi SMP memakai kostum karnival dengan ongkos sewa 1.800.000 rupiah. Ibu bapakmya bekerja di Malaysia yang membayarnya.Tam...