_______
Kurang 10 Hari Tak Sampai ke 60
Nit, Bapak mau syukuran pamitan ke sekolah hari Senin depan.
Kata Pak Hartono, guru Bahasa Indonesia, pada Mbak Nita, anaknya yang kebetulan
menjadi tenaga TU sekolah.
Pak, Senin depan itu masih tanggal 15 Pebruari. Apa tidak
sebaiknya nunggu tanggal 26 Pebruari pas hari ultah Bapak. Atau tanggal 1 Maret
saat Bapsk sudah masuk masa pensiun? Ujar Mbak Nita menanggapi keinginan Pak Har.
Tidak. Pokoknya Bapak pengin syukuran Senin depan saja.
Tegas Pak Hartono menolak saran anaknya.
Akhirnya, Senin 15 Pebruari Pak Hartono melaksanakan
syukuran pamitan purna tugas. Nasi dan jajan diberikan untuk seluruh guru dan
karyawan. Kami, teman-teman Pak Har, senang saja, menikmatii. Kami merasa tak ada bedanya syukuran sekarang atau lain hari.
Selasa esoknya, Pak Hartono tidak masuk sekolah.
Kabarnya, pagi hari Pak Har dolan ke tetangga sambil momong cucu. Jelang Dhuhur
ia merasa agak pusing kepala dan istirahat di rumah. Karena kondisi memburuk,
beliau segera dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan sebelum masuk kota, ajal
sudah menjempunya.
Faidzaajaa ajaluhum laayasta'khiruina saa'atan walaatastaqdimuun. Apabila ajal telah tiba, maka itu tak dapat diundurkan atau dimajukan. Pak Hartono memaksa gelar syukuran Senin tanggal 15 Pebruari tentu terkait takdir ajalnya tanggal 16 Pebruari.
Kita menduga Pak Har punya
firasat kuat yang membuatnya ingin segera syukuran. Mungkini ia tidak tahu
persis apa yang akan terjadi. Ia idak tahu bahwa akan mati. Perasaannya ysng menungun Wallaahu a’lam.
*******
Kisah Lainnya Juga
Ada sepasang suami istri Bapak dan Ibu Guru yang keduanya mutase
ke kota lain kampung halaman mereka. Justru tak lama setelahnya mereka bercerai
dan masing-masing menikah dengan orang lain. Setelah sekian lama, si ibu guru
dikabarkan meninggal dunia karena sakit meski masa tugas dinasnya masih sekitar
10 tahun.
Ada Bapak Guru yang masa tugasnya kurang 6 tahun yang karena
sakit kemudian pergi selamanya. Ada lagi yang masih menyisakan masa tugas 4
tahun Yang snenarik, yang sering penulis ceritakan adalah kisah Pak Hartono di
atas yang hanya tinggal hitungan hari jelang masa pension namun saatnya telah
tiba untuk menghadap Ilahi.
*******
Penulis masih berdinas 5 tahun ke depan, in sya Allah, bila dikaruniakan umur panjang. Penulis sering menjawab demikian, bila ditanya kapan pension, di antaranya berlatar cerita di atas. Saat menulis ini, di bulan April 2026, penulis meniatkan meneruskan dan menyelesaikan tugas kedinasan hingga tuntas, sampai purna atau pensiun. Penulis, minimal sementara ini, tidak punya niat untuk pensiun dini. Penulis tidak berniat mengajukan berhenti bekerja kedinasan sebelum masa tugas berakhir di usia 60 tahun. Man proposes God disposes. Manusia berencana Tuhan yang menentukan. Laahawla walaaquwwata illaa billaah. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Agung.
_______
Lamongan, 24 April 2026
-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar