Jumat, 10 November 2023

Dari Tentang Jenis Kerja Sampai Menikmati Karya Krwatif


_______


Saya pribadi rasanya selalu senang membaca atau menyimak cerita dunia usaha atau wiraswasta. Dari sudut pandang seorang pegawai negeri, seperti saya, kehidupan orang swasta tampak lebih dinamis. Bukan berarti kehidupan seorang PNS atau ASN tidak ada tantangan alias tenang-tenang saja. Adagium umum yang berlaku untuk orang swasta adalah bila tidak kerja tidak makan, sedangkan seorang ASN bila tak kerja gajinya tidak barakah atau ia makan gaji buta. Namun, untuk jadi orang kaya harus kerja swasta, ada pula ungkapan demikian. Ini sekedar komentar tentang pembagian jenis pekerjaan berdasarkan status. 


Mengenai terjadinya musibah kejahatan yang siapa pun dapat mengalaminya memang memprihatinkan. Kita mau tak mau tentu harus bersabar, lapang dada dan berhati-hati serta selalu belajar dari pengalaman pahit atau yang menyedihkan seperti itu. Pasti lebih mudah menyampaikan dari pada menjalaninya, namun semua hal mesti diniatkan untuk bagaimana sebaiknya. Wajar bila tidak mudah menerima penghiburan bahwa kejadian seperti musibah kejahatann itu menimpa sesekali saja. Kita tentu berkeinginan tak mengalami kesulitan atau kesedihan sekecil apapun, tetapi di dunia ini tak ada yang tak pernah mengalami ujian  itu adalah hakikat kehidupan untuk melihat nanti di pengadilan Tuhan siapa yang terbaik amalnya. Hmm, ini mungkin terlalu jauh tidak fokus pada kasus.


Setelah membaca artikel Bu Tri, saya secara khusus tidak bahas kasus yang disampaikan. Saya hanya ingin menyampakan bahwa pembaca dapat membayangkan suatu peristiwa tak kalah menariknya dengan melihat tayangan video. Bukan berarti rekaman audio visual tak lebih menarik. Kita belajar bijak dan proporsional bahwa masing-masing reportase, katakanlah begitu, atau semua karya kreatif adalah memiliki kekhasan bahkan kelebihan dan kekurangan. Selebihnya, terserah bagaimana pengguna, penikmat, pembaca atau penonton mengambil pelajaran atau hikmah. 

______ 

Bambang S.

(Menanggapi tulisan Bu Tri Mulyani)

Sabtu, 10 Juni 2023



*TEPI JALAN*



Tepi jalan adalah sebuah peluang. Peluang untuk mencari rezeki, namun juga peluang terjadi sebuah kejahatan. Para pencari rejeki di tepi jalan hanya berbekal keyakinan, semangat, dan tawakal. Dia tidak menahu apakah usahanya akan lancar atau harus gulung tikar. 

Dia hanya yakin bahwa Ar Razaq tidak akan membiarkan dirinya kelaparan selama dia mau berikhtiyar.


Seorang laki-laki datang ke sebuah toko elektronik. Tanpa menanya harga, dia langsung bilang kepada penjaga toko tersebut akan membeli kabel 2 roll, lampu, saklar, stop kontak dan alat listrik lainnya. Setelah dijumlah total belanjaannya hampir 2 juta. Laki-laki tersebut mengatakan uangnya kurang, dia akan mengambil uang di ATM. Laki-laki itu bilang sebagian barangnya akan dibawa dulu. Untuk meyakinkan penjaga toko, laki-laki tersebut memberi nomor telepon.


Penjaga toko itu sempat ragu, namun dengan tegas mengatakan kalau barangnya mau dibawa harus dibayar dulu. Laki-laki itu sedikit tersinggung, dia mengatakan bahwa nanti pasti akan dibayar, namun penjaga toko tersebut tetap mengatakan bahwa minimal barang yang akan dibawa itu harus dibayar dulu. Akhirnya laki-laki tersebut diam dan pergi. Penjaga toko menunggu laki-laki tersebut kembali untuk membayar, namun tidak.kunjung kembali. Dia pun mencoba menghubungi nomor yang diberikan oleh laki-laki tersebut, tetapi ternyata nomor tersebut tidak aktif.


Dua orang laki-laki datang di sebuah toko kelontong yang berada di tepi jalan raya.Toko tersebut dijaga oleh 3 orang karyawan, dua perempuan dan satu laki-laki. 

Dua orang laki-laki tadi membeli rokok 4 slop dan 4 kardus air mineral. Satu slop rokok isinya 10 bungkus. Dua laki-laki tersebut mengatakan bahwa rokok dan air mineral akan digunakan dalam acara pilihan lurah ( kepala desa) di sebuah balai desa yang berada tidak jauh dari toko.tersebut.  


Tiga karyawan toko tidak menaruh curiga sedikit pun saat dua laki-laki tersebut minta tolong agar dua kardus air mineralnya diantar ke balai desa, sekaligus di sana pula belanjaan mereka akan dibayar. Dua laki-laki itu meninggalkan toko membawa 4 slop rokok yang harganya Rp.800 ribu dan 2 karton air mineral. Sesaat kemudian penjaga toko yang laki-laki mengantarkan air mineral ke balai desa seperti pesan dua laki-laki yang baru saja berbelanja. 


Dua penjaga toko yang perempuan kaget ketika melihat temannya kembali masih membawa dua kardus air mineral. Temannya mengatakan bahwa di balai desa tidak ada acara pilihan lurah. Suasana di balai desa sangat sepi dan dia tidak menjumpai dua laki-laki tadi.

--------

Tri Mulyani

Guru SD MPU Colomadu

Boyolali, 11 Juni 2023

                 21 Dzulqaidah 1444

Sabtu, 04 November 2023

Dion Ketika Hari Terakhir Ulangann


________


Saya teringat kejadian kemarin. Saya masuk ruang 8. Sebelum ulangan hari terakhir itu dimulai, saya menyuruh anak-anak untuk taruh tas di depan atau di belakang  ruang kelas. HP pun saya minta dimasukkan ke tasnya masing-masing. Beberapa anak menaruh hape-nya di meja pengawas di depan saya. Sebetulnya saya lebih suka untuk disimpan di tas saja, beberapa anak putra itu bilang tidak membawa tas, ya sudah gak apa-apa. Saat masih persiapan itu, ada yang baru datang, tidak membawa tas, mendekati saya, menyalami dan duduk di kursi tempatnya. Saya tidak menegur karena memang dia belum terlambat betul. Sesudah siap, baru saya ajak anak-anak menbaca Al  Fatihah dan doa belajar. 


Mata pelajaran pertama ulangan Sumatif Akhir Tahun   hari Jumat kemarin itu IPS. Setelah lembar jawaban dan soal dibagikan, anak-anak mulai mengerjakan. Situasinya relatif anteng atau tenang. Setengah jam berlangsung, tiba-tiba terdengar pengumuman berita duka dari pengeras suara di masjid desa. Terdengar jelas _innalillaahi_ pembuka pengumuman diucapkan tiga kali. Juga mudah ditangkap ada warga Mantup Tengah yang menghadap Allah. Sayang saat menyebut nama tidak begitu terdengar dengan baik. Saya menatap ke anak-anak yang di depan meja pengawas, yang saya tahu berasal dari desa Mantup. Saya tanya siapa yang meninggal, mereka menggeleng tidak tahu. 


Saya menoleh ke arah kiri. Saya kaget koq masih ada yang membawa hape dan sekarang dikeluarkan. Dia adalah Adion Nur K. yang tadi agak telat dan memang tidak tahu perintah saya untuk menyimpan hape di tas, atau seperti satu dua teman anak putra yang menaruh di meja pengawas. Saya menatapnya dan dia bilang lirih ibu saya sakit lama, Pak. Saya sedikit paham dia ingin memastikan siapa dengan check kabar di WA. Saya pun penasaran dan ingin kontak Pak Hidayah yang domisili Mantup Tengah.  Belum sampai menghubungi, saya melihat Dion berdiri bergumam ke arah saya ...ibu.. dan lari keluar kelas....pulang. 


Saya dan anak-anak kaget dan berhambur keluar melihat dan ingin menyusul dia lari... . Karena situasi ulangan, saya minta satu anak saja yang menyusulnya menemani. Yang lain saya suruh masuk lagi melanjutkan ulangan. Nanti saja sesudah ulangan atau setelah Jumatan untuk takziah, saran saya. Beberapa saat, anak yang saya suruh menyusul kembali. Dia bilang Dion  sudah tak terlihat. Mungkin dia lewat sawah Pak, katanya.


Mulai melanjutkan ulangan lagi, saya tanya anak-anak lagi tentang ibunya Dion. Beliau memang sudah sakit lama. Dibaritahu juga bahwa ayahnya dahulu juga sudah meninggal. Ya Allaah _innalillaahi wainna ayhi raaji'uun._ Tak terbayangkan.


Saya sendiri baru berangkat takziah  sesudah Jumatan karena memperkirakan jenazah tak mungkin dimakamkan pagi. Ketika kearah rumahnya, tanya  tetangga, ternyata jenazah telah diberangkatkan baru saja. Saya salah duga, saya kira dikubur di makam Kopen yang lebih dekat. Ternyata almarhumah dikebumikan di makam Mantup Selatan tempat suaminya dahulu dikubur, begitu kata seorang tetangga yang  omong-omong dengan saya sambil menunggu proses pemakaman . Saya lihat ada beberapa teman guru yang telah datang lebih dulu. Anak-anak putra teman Dion pun ada. Tetangga tadi juga cerita bila pagi tadi sebelum Jumatan banyak anak yang masih  berseragam,  dari sekolah selesai ulangan langsung takziah. 


Saya cari-cari di mana Dion sesudah selesai penguburan. Pak Rokhiemul Muslimin teman guru yang memimpin doa memberitahu dan menunjukkan  posisinya. Dion yang cukup gemuk itu bersarung dan berkopyah. Alhamdulillaah sebelum dia berbonceng sepeda  dengan temannya untuk pulang, saya sempat menyalaminya dan sekedar memberi semangat.


 Dia pulang dan tak akan disambut ayah ibunya. Saya juga membayangkan perasaannya saat lari pulang  dari sekolah lewat sawah-sawah hingga sampai rumahnya. Semoga kita dapat bersikap terbaik terhadap anak-anak yang di rumah atau di keluarganya tidak se-ideal yang kita anggap. 

_______

Bambang S.

Sabtu 10 Juni 2023 / 21 Dzulqaidah 1444 H

Menciptakan Suasana Gayeng, Prof. Imam Robandi Banyak Membawakan Tembang

 https://youtu.be/rXnH-296YcA?si=T3mT_paGseRpbfkm


Ini bagaimana Prof. Imam menciptakan suasana yang gayeng, menyenangkan, meski kegiatan berlangsung di waktu yang berat, pukul 14.00 - 16.00. Lagu-lagu lainnya yang sempat dibawakan bersama peserta adalah Terima Kasihku (Guruku), Tombo Ati, Burung Kakak Tua juga Suket Teki dari Didi Kempot

Ini secuil rekaman video dari kehadiran Prof. Imam di Lamongan tgl. 22 September 2023 lalu_

Alhamdulillaah. Matur nuwun.

(Bambang S.)


Prof. Imam Robandi Guru Besa ITS Tampil Memukau Bak Komika, Penyanyi Hingga Motivator dan Ustadz


 https://youtu.be/xzwIaf8gWIc?si=EK_NMMIOVpfcjmTg

............

Bambang S. Mantup

IRo Society Lamongan

_________


Dear Pak Said dan team, 


Mohon disediakan Yamaha PSR 910 ke atas, juga pemainnya. 


Juga stand up mic. 


cc kawan-kawan



Pesan Prof. Imam Robandi itu dikirimkan kepada Pak Ketua Majelis Dikdasmen dan juga diteruskan ke penuliis. Hmm …ini artinya penulis wajib meski sekedar mengingatkan ketersediaan alat musik, bila tak dapat membantu langsung di tempat. Itu artinya pula bahwa acara akan menarik, menggembirakan, meski tema yang disampaikan panitia kepada Prof. Imam adalah sesuatu yang tinggi sekali, soal artificial intelligence untuk guru. Waktunya pun pada pukul 14 siang. Whatever acara, tema atau bersama siapa yang terlibat, sebagai santri atau murid Prof. Imam di komunitas IRo Society, penulis dan IRowan / IRowati Lamongan sungguh berkepentingan untuk bersua beliau.


Sejak masa pandemi kami intens sekali mengkuti kelas daring beliau. Setiap pekan ada zoom meeting dalam tajuk KSJM atau Kajian Spesial Jumat Malam yang kini telah sampai pada edisi 187. Pembaca dapat menghitung itu sama dengan berapa tahun, atau setara kuliah berapa semester. Bila dihitung sejak PSBB, boleh dikata itu tiap pekan tanpa putus. Ali R. audah dari Yogjakarta menyebut KSJM sebagai webinar terpanjang di Indonesia. Selama itu ratusan atau ribuan warga IRo tak semua berkesempatan berjumpa tatap muka, luring, dengan beliau. Merasa tinggal tak jauh dari ITS  Surabaya, amat dekat dibandingkan para IRowan /IRowati dari Aceh sampai Kupang dan Jayapura lainnya, penulis merasa punya hutang bila belum pernah silaturrahim ke beliau. 


Terkait kuluah umum atau studium generale di Lamongan itu bermula dari telepon Prof. Imam kepada penulis. Para guru, atau minimal penulis pribadi,  barangkali tak membayangkan perasaan muridnya ketika secara tak terduga ditelepon, disapa gurunya. Tidak untuk dimarahi, atau dituntut ini itu, tetapi untuk diberikan motivasi dan untuk digembirakan. Betapa sang murid atau santri menjadi makin bergairah belajar. Hal inilah yang dilakukan seorang guru besar yang saat ini menjadi Ketua Dewan Profesor di ITS Surabaya. Teman-teman yang menjadi santri atau murid beliau acap kali bercerita merasa terkesan dan diperhatikan mendapat sapaan dari Prof. Imam Robandi secara langsung, ditelepon. 


Hari itu Selasa sore tanggal 12 September 2023 petang, HP berdering sementara penulis di belakang tidak mendengar. Si bungsu segera memberitahu. Sayang panggilan sudah berhenti, maka penulis menelepon balik. Alhamdulillaah suara merdu Profesor terdengar. Beliau mengabarkan bahwa beliau akan lewat Lamongan. Saya dan teman-teman IRo Society bila longgar diperkenankan menemui dan beliau menyediakan waktu untuk bincang-bincang. Hmm, ini kesempatan istimewa, pikir penulis. Betapa selama lima tahun mengenal beliau, atau tiga tahun terakhir mendapat bimbingan rutin dan intensif, kini mendapatkan kesempatan jumpa darat.


Kesediaan dan kelonggaran beliau itu pun kami tunggu-tunggu dan kami diskusikan dengan teman-teman IRo Society Lamongan. Akhirnya, kami tak ingin memonopoli kesempatan ini. Oleh karena itu, informasi kehadiran beliau ini penulis informasikan kepada lembaga yang menaungi kami mengabdi. Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Lamongan pun menyambut baik. Dalam waktu sekitar sepuluh hari itu kegiatan kuliah umum yang kemudian oleh Prof, Imam diganti menjadi stadium generale itu pun deal dan teragenda matang. Ketika penulis memposting flyer kegiatan, di antara teman-teman lain ada yang ingin mengikuti. Sayang sekali karena tempat dan waktu yang terbatas maka kali ini panitia hanya mengundang sekitar 250 orang, yang terdiri dari para kepala sekolah dan madrasah serta pengurus majelis tingkat cabang dan komunitas robotika. 


Penulis mempunyai kesan tersendiri dari telepon dan kehadiran beliau di Lamongan. Penulis merasa sudah dua bulan tidak memposting tulisan. Bukannya tidak menulis, sudah ada draft artikel  lebih dari seribu kata tetapi merasa tidak cocok diunggah atau belum menemukan timing yang tepat. Untuk beralasan, penulis menyebut ini sebagai dinamika kreativiitas, meski biasanya penulis suka ' bonek'  dan suka pada slogan di IRo: kecepatan mengalahkan kesempurnaan. Tulisan ini adalah sebagai gantinya. Apalagi setelah Isya' tadi Sensei Prof. Imam juga menyempstkan nge-bel lagi menanyakan hal kegiatan kemarin. Meski itu kegiatan pukul dua siang, para peserta penuh ceria, bernyanyi, tertawa, terhenyak, tersentil dan termotivasi untuk belajar, beramal, mengabdi dan terus bergerak. Matur nuwun, Prof. 

_____ 

_Lamongan, 24 September 2023 / 8 Rabiul Awal 1445 H._

Hidup adalah Memilih, Ini Bukan Sekedar Cerita


Bambang S. Mantup

Pembelajar di IRo Society


___________________

Bukan sekedar cerita, tanggal 25-27 Maret 2022 lalu ada kesempatan jalan-jalan, refreshing ke Bali. Sebetulnya sudah beberapa kali ke sana meski belum genap 10 kali tetapi yang namanya wisata, jalan-jalan, selalu menawarkan pengalaman menyegarkan pikiran. Apalagi ini tanpa ada tanggung jawab mendampingi siswa, seperti study tour yang sering dialami sebagai guru, 'nglencer tapi nyambut gawe'. Semula itu direncanakan sehabis lebaran ternyata kini dimajukan. Oke saja. Melihat hari pelaksanaan Jumat siang sampai Ahad malam tentu ini saat longgar dari tugas dinas. Ikut dech, 'wong free' tinggal mendaftar saja. Anak istri tak boleh iri ingin ikut karena bulan Januari lalu kami sudah piknik bersama.


Sebagaimana diajarkan, orang beriman harus selalu memohon petunjuk Allah subhaanahu wata'ala sebelum melangkah atau melakukan apa saja, di antaranya dengan cara shalat atau doa istikharah. Ke Bali ini tidak penting-penting amat, tetapi karena dianggap menarik dan butuh waktu hampir 3 hari, maka perlu ada pertimbangan. Entah karena shalat dan doa istikharah yang dikerjakan, deg ….saya jadi teringat ada kegiatan yang sudah lama terjadwa. Tanggal 26 Maret hari Sabtu ada keperluan,  maka jauh-jauh hari sudah terjadwal. Terpaksa, ke panitia menyatakan tidak ikut. Tidak ada kecewa. Apalagi setelah lebaran juga ada lagi kesempatan rekreasi, meski tujuan lain.


Tak urung, ternyata akhirnya muncul rasa kecewa juga. Ada berita kemudian bahwa  kegiatan yang terjadwal menjadi alasan tidak ikut wisata itu diganti di hari lain. Hemm ... saya kadung lapor tidak ikut, pikir saya. Namun kekecewaan itu mudah teratasi ketika menyadari sudah berkali-kali ke sana,  tidak ada rasa penasaran yang ingin dipenuhi, meski suasana dari waktu waktu tentu ada bedanya.


Yang tak terduga berikutnya, keesokan harinya saya diberitahu anak saya bahwa sesudah UTS pada pekan yang akan datang, perkuliahan akan dikaksanakan secara offline, luring, tatap muka. Saya sadar ternyata ini yang akhirnya menjadi alasan sejati saya untuk tidak turut jalan-jalan. Saya harus mempersiapkan kebutuhan anak. Dalam kesempatan yang tinggal beberapa hari dikurangi hari kerja, saya harus mencarikan tempat kost. Ini amat penting. Para pembaca yang sudah berpengalaman mempunyai anak besar tentu tidak kaget atau heran. Tidak perlu kecewa dengan kegiatan-kegitan yang tidak jadi, saya fokus agar anak mendapatkan tempat terbaik. Mungkin tidak terlalu risau bila untuk anak putra, tetapi untuk anak putri tentu perlu lebih banyak syaratnya.


Ada kesempatan satu-dua hari sebelum  mendatangi dan mencari alternatif yang baik. Shalat dan doa istikharah pun harus dilakukan. Daftar pilihan puluhan tempat kost pun didapatkan.  Ketika saya dan anak berkeliling mendatangi satu per satu tempat yang nominatif dipilih, maka pertimbangannya adalah untuk kepentingan mereka, dia dan teman yang selalu bersama. Mereka tak putus kontak saling bertukar pendapat. Saya yang hampir tak sabar mendesak agar segera menentukan mana yang dipilih.


Hari Sabtu seminggu menjelang hari masuk itu menemui banyak orang,keluarga maupun anak-anak, yang mencari tempat tinggal untuk belajar. Tentu saja mereka dari luar kota seperti kami. Alhamdulillah, setelah merasa cukup lelah menemani anak memilih, akhirnya dia dan temannya sepakat di tempat yang sejak awal tadi dalam hati saya sudah sreg. Fasilitas standar, dekat kampus, lingkungan terlihat aman dan nyaman, tidak jauh untuk berbelanja. Yang menenteramkan, rumah tersebut dekat tempat ibadah yang sehari-hari diurus calon ibu dan bapak kostnya. Mereka pun cukup berpengalaman 'ngemong' anak-anak kost. Mereka juga sosok orang-orang yang kami tak khawatir menitipkan permata hati khususnya memasuki bulan Ramadhan.


Rasa syukur dan kegembiraan saya itu di dalamnya terkandung betapa doa istikharah saya terkabul. Teringat tiga tahun sebelumnya ketika di SLTA juga saya mengantarkan mencari tempat kost juga mengalami situasi yang serupa. Sebagai hamba yang lemah,saat itu pun mengawali dengan mohon petunjuk istikharah. Meski di kota kabupaten sendiri yang tak terlalu jauh dari rumah, memilih tempat tinggal kost untuk anak juga tak gampang. Buktinya tak sedikit cerita ada anak-anak yang tak kerasan, lalu berpindah-pindah kost. Yang utama tentu adalah induk semang, bapak ibu kost yang kita percaya. Saat itu pun mendapatkan tempat di rumah orang baik bahkan saya suka dan bersyukur bertemu dengan beliau.


 Menentukan suatu pilihan yang paling mengesankan dan menghebohkan barangkali adalah urusan mencari jodoh. Ini dialami semua kita dengan beragam kisah. Memang ada yang tidak repot, dipilihkan orang tua, keluarga atau teman atau kenalan, jadilah. Ada yang alami liku-liku laki-laki yang luka-luka hatinya. Ada pula bonek yang sok berprinsip diterima ya syukur ditolak ya mundur, tetapi terdiam beberapa lama juga ketika benar-benar pupus harapan atau kena php. Memilih pasangan hidup melahirkan kisah-kisah kehidupan yang menjadi tema umum dan tak ada habisnya berwujud karya seni budaya


Berendah hati dengan sedia berdoa atau shalat istikharah ketika menghadapi pilihan adalah sikap dan bekal dalam menghadapi kompleksitas kehidupan. Yang terbaik menurut kita tak selalu benar-benar mendatangkan kebaikan di hari depan. Kita diwajibkan berikhtiar bekerja keras, belajar tekun, menjalin jaringan silaturrahim yang luas, menggunakan akal sehat semaksimal mungkin dan selebihnya bertawakkal kepada Allah subhaanahu wata’ala. Semoga kita terjauh dari sikap angkuh dan terhindar dari terjatuh dalam pilihan yang salah yang menyusahkan. Aamiin.

_____________________ 


Menjelang Ramadhan. Rabu, 30 Maret 2022 / 26 Sya’ban 1443 H.


Jumat, 03 November 2023

Gerobak Sampah

Ini adalah alat atau sarana untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan. Sampah adalah untuk dibuang tidak untuk disimpan kecuali bila sanggup untuk mendaur ulang. Yang seperti itu merupakan tindakan yang patut dihargai. Gerobak sampah amat penting perannya. Dengan kendaraan ini pekerjaan lebih mudah. Bayangkan bila ada sampah banyak tetapi kita tak punya peralatan cukup untuk mengangkut ke pembuangan. Itu akan menyita energi lebih besar.

Selasa, 01 Agustus 2023

Mensikapi Kecemasan yang Tak Perlu


Bambang S. Mantup

Ikan bergembira di dalam ai

Siapa yang tak pernah merasa cemas atau khawatir? Siapa yang sering mengeluh atau sambat? Apa saja yang umumnya membuat orang cemas? Hmm…kira-kira kecemasan itu wajar atau tidak? Buruk atau baik? Coba masing-masing mendata atau membuat daftar hal-hal yang pernah mengkhawatirkan bahkan rasanya mau bikin stres. Atau saat ini sedang mencemaskan apa saja? Tulisan ini tak hendak ‘nggugah macan turu’, membangkitkan kesedihan di malam minggu, mengusik luka lama, atau semacamnya beserta variannya. Ini sekedar merangkai kalimat dari usaha menalar apa yang wajar kita rasakan.

Perasaan cemas atau was-was kita alami apabila mengkhawatirkan sesuatu. Yang dikawatirkan adalah sesuatu yang belum terjadi atau bahkan hal yang belum tentu terjadi. Yang dikhawatirkan khususnya menyangkut keadaan diri di masa yang akan datang, atau tentang keadaan orang yang dicintai. Bila yang dikhawatirkan adalah orang di luar dirinya, mungkin saja yang bersangkutan justru sedang hepi saja. Misalnya, kita mencemaskan orang yang berpiknik ria. Padahal mereka itu sedang bersenang-senang. Atau mereka itu safar dengan penuh dzikir dan syukur serta tadabbur ayat-ayat Tuhan.Kecemasan terhadap hari depan diri dan orang lain oleh karena itu tak selalu perlu.

Hal yang membuat seseorang cemas di antaranya adalah pengetahuannya terhadap hal yang dianggap belum pas. Ia melihat kekurangan yang benar-benar ada dan terlihat atau yang dianggap ada meski belum pasti sebagai sesuatu yang mengancam kesenangan hidup. Ia takut tak bahagia oleh sebab sesuatu yang mungkin akan terjadi. Kecemasan ini pun otomatis telah mengurangi kebahagiaannya yang sekarang. Ia kini sedang mengalami ketidaktenangan hidup. Bila yang dikhawatirkannya benar-benar terjadi maka ia mengalami kegalauan yang panjang. Bila yang dikhawatirkannya tak terjadi, maka ia sudah mengalami kegalauan sekarang yang seharusnya tidak perlu.

Setiap kita sebetulnya dapat melihat ulang apa saja yang pernah kita cemaskan dalam hidup kita. Pada saat satu kecemasan masih menghantui diri, tak jarang datang lagi ecemasan yang baru. Orang yang suka mengeluh kemudian akan menyampaikan keluhan yang baru itu. Sedikit-sedikit mengeluh, sedikit-sedikit sambat. Mengeluh dan sambat koq sedikit, begitu kata pelawak. Bila hobbynya begitu, kapan syukurnya? Itu pertanyaan kita yang tidak suka mendengar keluhan. Tentunya kita pun tak suka mengeluh tetapi berusaha selalu mensyukuri nikmat Tuhan yang tak terhitung yang dikaruniakan untuk kita.

Apabila kita berusaha bersabar dan menyampaikan keluhan hanya kepada Allah, kita akan dimampukan menghadapi setiap urusan secara proporsional. Lebih kurang demikian taushiah para ustadz. Selama hayat di kandung badan, masalah dan urusan baru akan terus datang dan kita harus belajar yakin semua akan dapat dilalui. Kita masing-masing dapat ambil contoh, dalam sebulan ini saja apa saja yang kita pernah cemaskan. Kita akan sadar bahwa saat yang lama belum selesai sudah datang yang baru. Pada akhirnya alhamdulillah terbukti semua pun dapat kita lewati.

Ibarat seorang siswa atau mahasiswa yang sedang menghadapi ulangan atau ujian, semula mungkin grogi melihat soal-soal di nomor awal. Sedangkan sewaktu melihat pertanyaan berikutnya yang banyak, yang nomor awal tadi pun tak jadi dirisaukan. Boleh dikata, semua soal dapat diselesaikan dengan sungguh-sungguha atau ngawur saja, bahkan bonek dilewati saja. Jangan khawatir, setelah ini dan seterusnya masih ada soal-soal yang baru.

Akhirnya, tulisan pendek ini tidak ditutup dengan kunci jawaban soal atau solusi. Kita yakin saja Allah tidak menguji, memberikan soal atau persoalan, kepada seseorang kecuali sesuai keadaan, kesanggupan atau kemampuannya. Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus'aha. Wallaahu a'lam.

_____

Lamongan, Sabtu 11 Muharram1445 H / 29 Juli 2023

Ketika Berpisah dari Kenikmatan dan Keindahan Bulan Ramadhan 1447 H 2026.

https://youtu.be/wctA_4xadBE?si=TzLTq6Bf08i8-uB8 _______ Bulan puasa Ramadhan 1447 H yang usai meninggalkan banyak catatan untuk kita renung...