Minggu, 11 Januari 2026

Tubuhmu Malas, Andai Tak Ada Perintah Shalat Subuh

_________

Andai tak ada ajaran perintah shalat Subuh  tentu tak kuat alasan untuk bangun sebelum terbit mentari. Kita akan menjadi orang malas, hidup tak sehat karena melewatkan udara segar dan keindahan pagi  Andai tak ada perintah shalat Dhuhur, kurang pertimbangan untuk atur jadwal aktivitas siang.  Andai tak ada perintah shalat Ashar, pasti banyak yang mengakhiri kegiatan sehari-hari dengan muka muram, lelah yang kurang bermakna. Andai tak ada perintah shalat Maghrib, maka malam akan disongsong dengan rasa tak nyaman. Andai tak dikerjakan shalat  Isya', tidur tak dapat nyenyak, mimpi buruk, kurang istirahat, melemahkan kesehatan dan meredupkan harapan untuk hari esok.

Andai tak ada ajaran untuk bersuci, wudhu, mandi junub, tayamum, tentu kurang alasan menjaga kebersihan, untuk menjamin kesehatan jasmani dan rohani. Andai tak ada perintah agar makan halalan thayyiban, maka yang ada perilaku ngawur memenuhi kebutuhan badan. Andai tak ada ajaran menikah, maka pemenuhan hajat biologis akan menyerupai cara binatang. Andai tak ada perintah berlaku adil, maka hukum rimba yang akan diberlakkukan. Kehidupan dunia dibuat tak aman, tak nyaman. Berbuat saling semaunya yang akan menciptakan kerusakan dan kehancuran.

Andai tak ada konsep tauhid 'laailaaha illallah' 'tiada tuhan selain Allah', aksn membuat kehidupan yang tak teratur, terjadi hegemoni makhluk satu terhadap lainnya. Tidak ada kesetaraan sesama manusia. Kebodohan tidak terkoreksi dan berlanjut pada pengagungan yang tak semestinya. Terjadi kejahiliahan pemujaan pada kuburan, gunung, laut, matahari, betbagai berhala, termasuk pengkultusan atau pendewaan pada manusia. Mudah terjadi penindasan satu terhadap lainnya. Tidak akan ada kebebasan hidup sejati. Konsep tauhid mengoreksi dan meluruskan semua.

Andai tak ada manusia mulia utusan Tuhan, yang mendapatkan bimbingan langsung dari langit, untuk menjadi rujukan di bumi, teladan dalam kehidupan, siapa yang patut ditiru? Siapa yang menjadi penengah dari berbagai perselisihan? Para musuh saja segan kepadanya. Ia satu-satunya manusia yang paling dicinta oleh para sahabat dan pengikutnya. Ia manusia paling paripurna dalam sejarah penciptaan umat manusia. Rasulullah Muhammad shalallaahu 'alayhi wassalam penghulu para utusan Tuhan. Beliau dihadirkan seiring skenario rencana penciptaan alam. Andai tak ada rencana penciptaan Rasulullah Muhammad, tak ada pula rencana penciptaan seluruh manusia dan alam. Wallaahu a'lam.

Andai tak ada keimanan dan pengetahuan tentang semua di atas, tidak ada petunjuk dan tuntunan Tuhan pada kita. Subhaana rabbika rabbil 'izzati 'amma yashifuun wassalaamun 'alal mursaliin walhamdulillaahi rabbil 'aalamiin.

_______ 

Ahad 22 Rajab 1447 H / 11 Januari 2026

ģ

Kamis, 01 Januari 2026

Menapak Hari Baru Semangat 55, Bukan Refleksi Akhir Tahun Tapi Akhir Usia


_________ 

Dengan nada  guyon, di satu ceramah, Pak Kyai optimis bahwa beliau akan berumur panjang karena ayah juga kakek beliau dikaruniai usia cukup panjang. he he he. Berkunjung ke teman, guru PAI, koq ya tidak menolak.  Kebetulan abahnya juga masih ada, cukup sepuh hampir 80.  Penulis belum sempat tanya atau ngobrol berlama-lama terkait usia harapan hidup dan takdir  Atau untuk 'mendebat',  karena tentang itu sepertinya ada harapan yang kurang menguntungkan untuk penulis he he he

Omong-omong dengan seorang tetangga, Pak Haji pensiunan polisi, ternyata menyetujui juga.  Memang biasanya begitu, katanya. Beliau sendiri di usia 70 an masih tampak gagah dengan penampilan tenang dan kalem, bawaan sejak muda. Barangkali karena cukup mampu menjaga emosi, rajin mandi sebelum subuh dan ashar, tidak makan berlebihan, beliau cukup sehat. Tentu pernah sakit, tetapi setelahnya kini masih dapat beraktivitas dengan baik.

Penulis sering 'angen-angen' usia yang dikaruniakan pada ibu dan bapak penulis. Berdasar tanggal lahir yang tertera di KTP, keduanya meninggal pada usia relatif tidak panjang, 63 tahun. Bapak terlahir pada tahun 1941 meninggal pada 2004. Ibu penulis terlahir pada 1942 meninggal pada 2005. Bapak dipanggil di bulan Rajab, ibu di pertengahan Ramadhan di hari Jum'at. Kita selama ini mencatat 63 tahun itu seperti usia wafat Rasulullah Muhammad shalallaahu 'alayhi wassalam. Terkait itu, penulis pun merasa ada semacam syukur atas kesamaan tersebut, wallahu a'lam. 

Pada Senin 22 Desember 2025 tersebar berita duka  berpulangnya ulama, tokoh masjid Jogokariyan Yogjakarta yang fenomenal. Ustadz Muhammad Jazir ASP, qadarullah juga wafat pada usia 63 tahun. Saat takziah, tokoh Anies Baswedan menyampaikan bahwa umur Ustadz Jazir relatif pendek tetapi gagasan, amal jariyahnya panjang, abadi. Lebih kurang demikian. Di sini kita diingatkan pentingnya kualitas usia.

Penulis yang kini 55 tahun kadang mengangan-angan barangkali kelak kembali kepada Allah pada usia seperti Bapak /  Ibu dan Rasulullah shalallaahuv'alayhi wassalam yakni 63 tahun. Jika penulis pensiun dari PNS pada tahun 2031 di usia 60, maka  in sya Allah akan menghadap  Ilahi pada 2034. Sesudah itu, diri ini tak lagi berada di permukaan bumi, terkubur di pemakaman.

Andai itu terjadi maka penulis tak akan lagi menyaksikan  si Mbak, putri shalihah  pertama, yang kala itu bertumbuh dewasa pada usia 31 tahun. Sementara si Adhik, putri shalihah kedua, akan berumur 25 tahun. Sedangkan istri yang menginjak 61 tahun juga sudah pensiun. Akankah itu terjadi? Wallaahu a'lam. 

Mungkin justru sebelum persiun atau tak lama setelah menulis ini, entah sebab apa, penulis dipanggil menghadap-Nya. Innalillaahi wainna ilayhi raaji'uun. Atau mungkin pula penulis ditakdirkan berusia hingga 70 tahun bahkan lebih. Kebiasaan, bila itu betul kebiasaan, harapan hidup seseorang seperti orang tuanya, toh itu tak menjadi kebenaran atau kepastian. Jadi tak selalu betlaku. Ada alasan selalu optimis he he he.

*******

Sementara itu, dalam keseharian kadang kita terjebak  pada kondisi yang tidak nyaman karena  menyaksikan berbagai keadaan yang tak ideal, atau bahkan memprihatinkan. Syukur alhamdulillah perasaan demikian jadi berubah bila perhatian kita teralihkan pada keberadaan bocah-bocah kecil atau anak-anak muda yang kita temui. Kita lantas berpikir bahwa merekalah pelanjut kehidupan. Hidup mereka tentu umumnya lebih panjang dari kita yang telah cukup berusia. Kita tak seharusnya terlalu risau seakan lupa bahwa ada Allaah Yang Maha Hidup dan Maha Perkasa, Yang Tak Tidur dan Tak Mengantuk.  Allah yang mengijinkan segala sesuatu terjadi atau tidak terjadi. Skenario kehidupan telah ada di Luhul Mahfudz.

Generasi muda adalah yang akan menghadapi atau menjalani segala situasi yang terus berkembang. Kita sewajarnya boleh khawatir terhadap hal-hal negatif yang terjadi,  namun sejatinya merekalah yang akan merasakan dampak yang lebih lama dari kita. Perubahan-perubahan yang barangkali bakal terjadi, entah memburuk atau membaik, kita tidak akan terus mengikuti. Kita yang berumur tak mungkin selalu membersamai anak-anak kita tersayang, adik-adik kita, junior-junior kita. Menyadari itu, keprihatinan kita seakan  menjadi terbagi bahwa ada yang akan menanggung beban peradaban. Namun kita pun makin sayang pada mereka dan tak tega bila tak berikhtiyar menyiapkan agar mereka kuat. 

*******

Apakah narasi di atas membuat 'nglokro' atau hal yang tak bermakna, biasa saja-biasa saja, atau itu untuk bekal melangkah ke depan? Tentu saja refleksi atau muhasabah diri adalah untuk menjadi pijakan pertama, start, untuk melanjutkan langkah, berjalan tegap, berlari atau bahkan melompat terbang. Berbagai wujud semangat dapat dipilih sesuai kondisi, asal saja gerak tak pernah henti, nyala spirit berkemajuan tak mandeg apalagi menjadi kemunduran. Orang beriman tak akan putus asa dari rahmat Allah. Sebaliknya, umat Rasulullah Muhammad shalallaahu 'alayhi wassalam adalah manusia terbaik yang senantiasa ingin menebar manfaat untuk sesama, menjadai rahmat untuk seluruh alam. Andaikan esok kiamat, sementara di tangan masih ada sebutir benih, maka akan tetap ditanam oleh umat Nabi. Kita selalu semangat menapak hari-hari baru, in sya Allah.

_______ 

Lamongan, Kamis 1 Januari 2026 /  12 Sya'ban 1447 H.


Mengapa Puasa 2026 Dimulai 18 Pebruari?

Oleh: Ismail Fahmi _______ Bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam yang mengikuti perkembangan kalender Islam, tahun 2026 (1447 Hijriah) men...