Senin, 16 Februari 2026

Mengapa Puasa 2026 Dimulai 18 Pebruari?

Oleh: Ismail Fahmi

_______

Bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam yang mengikuti perkembangan kalender Islam, tahun 2026 (1447 Hijriah) menandai sebuah tonggak sejarah baru. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.


Mungkin Anda bertanya: “Kenapa hari Rabu? Bukankah di Indonesia hilal kemungkinan besar belum terlihat pada Selasa sore?”


Jawabannya terletak pada penggunaan sistem baru yang disebut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).


Mari kita bedah alasannya dengan bahasa yang sederhana.


1. Prinsip "Satu Hari, Satu Tanggal di Seluruh Dunia"


Dulu, Muhammadiyah menggunakan metode Wujudul Hilal yang cakupannya lokal (Indonesia saja). Namun, mulai tahun ini, Muhammadiyah beralih ke KHGT.


Prinsipnya sederhana: Bumi ini satu. Jika di salah satu bagian bumi—entah itu di Indonesia, Afrika, atau Amerika—syarat posisi bulan sudah terpenuhi, maka seluruh dunia dianggap sudah memasuki bulan baru.


Ini seperti mengikuti waktu salat; meski jamnya berbeda, hari dan tanggalnya haruslah sama secara global agar tidak ada kebingungan dalam ibadah internasional seperti puasa Arafah atau Idul Adha.


2. "Pahlawan" dari Alaska


Mengapa Muhammadiyah menetapkan 18 Februari sebagai awal puasa? Kuncinya ada pada data astronomi pada hari Selasa, 17 Februari 2026.


Berdasarkan perhitungan perhitungan sains (astronomi):


Ijtimak (Konjungsi): Bulan baru lahir pada pukul 12:01 UTC.


Syarat Masuk Bulan Baru: Ketinggian bulan harus minimal 5 derajat dan jarak lengkung (elongasi) minimal 8 derajat.


Fakta Lapangan: Di wilayah Indonesia, posisi bulan memang masih sangat rendah pada Selasa sore. Namun, di belahan bumi bagian barat, tepatnya di wilayah Alaska, syarat "5 derajat & 8 derajat" tersebut sudah terpenuhi.


Karena syarat sudah terpenuhi di satu titik di daratan bumi (Alaska), maka menurut prinsip KHGT, malam itu seluruh dunia sudah masuk waktu Ramadan, dan besoknya (Rabu) dimulai ibadah puasa.


3. Perbedaan dengan Turki


Inilah bagian yang sempat dipertanyakan oleh publik karena adanya perbedaan dengan kalender Turki (Diyanet).


Turki (Diyanet) tidak menghitung wilayah Alaska karena faktor kepadatan penduduk yang minim dan kesulitan administratif.


Namun, Muhammadiyah tetap mengakuinya karena Alaska adalah daratan resmi yang berpenghuni.


4. Diperkuat oleh Keputusan Ulama Amerika (FCNA)


Langkah Muhammadiyah ini bukan tanpa kawan. 


Fiqh Council of North America (FCNA), lembaga fatwa terkemuka di Amerika Utara, juga menetapkan hal yang sama.

Sabtu, 07 Februari 2026

Si Yusuf Merokok?


------- 


'Pak, niki murid sampean.' Mendapatkan kiriman foto anak merokok, sebagai wali kelas penulis kaget juga. 'Ono maneh,' pikir penulis. Hari sebelumnya, penulis baru menandatangani tulisan janji ratusan kali dari 4 anak. Ini ada 'problem' lagi, begitu istilahnya Bu Guru Via, wali kelas sebelah,, jika ada murid perwaliannya yang bermasalah.


Memperhatikan murid di gambar, penulis tidak cepat terpancing atau reaktif. Memang tanpa tunggu lama, foto itu langsung penulis teruskan ke guru BK, ke Bu Fifit. Namun,  melihat Yusuf Refran yang 'merokok', penulis pun jadi berpikir. Anak ini dalam hal akademik sementara belum menonjol  Namun keaktifannya di kegiatan kelas membuat penulis tak ingin mudah langsung menghakimi.


Ia bersama Fajar, ketua kelas,  sedia 'ngethok pring' memotong bambu dari desanya untuk bahan peraga pada karnaval dulu. Itu mengharukan. Ia juga bersama teman lainnya tanpa diperintah mengecat, menghias, dinding kelas, bahkan di ketinggian dengan panjat-panjat tangga. Itu mendahului penulis yang berencana panggil tukang.  Sewaktu ada lomba fashion show, si Yusuf ini yang  sedia mewakili kelas berpasangan dengan salah satu teman putri. Untuk ini tak mudah mencari  yang mau karena umumnya anak-anak malu tampil akting di atas catwalk.


Syukur alhamdulillah, sebelum ke kelasnya, ada teman-temannya, yang dapat dipercaya,  yang menerangkan bahwa kejadian di foto itu bukan kejadian yang sebenarnya. 'Itu AI, Pak. Itu editan Syahid Nur  dan dia yang kirim ke Bapak dengan HP-nya Rahardian'. Si Fabiano Aal, si juara kelas, meyakinkan. 


Penulis pun kroscek ke Bu Fit BK yang membenarkan bahwa itu gambar editan saja.


Sebenarnya penulis ingin menyampaikan bahwa mungkin anak-anak kelak merokok sebagaimana bapak-bapaknya. Tapi jika masih anak-anak sudah merokok tentu tidak pada tempatnya. Selain faktor kesehatan, itu juga merupakan pemborosan uang.  Perlu juga disampaikan beberapa pendapat atau pandangan tentang merokok. Merokok itu makruh hingga merokok itu haram. Merokok itu membunuhmu hingga banyak yang merokok umurnya lebih panjang dari yang tidak merokok he he he.


Untuk urusan merokok, sejak masa muda dulu,  penulis tidak biasa merokok kecuali jika membersamai 1, 2 teman tertentu saja. 

_______

Ketika Berpisah dari Kenikmatan dan Keindahan Bulan Ramadhan 1447 H 2026.

https://youtu.be/wctA_4xadBE?si=TzLTq6Bf08i8-uB8 _______ Bulan puasa Ramadhan 1447 H yang usai meninggalkan banyak catatan untuk kita renung...