_______
Ada ungkapan Buya Hamka yang populer, sering dikutip, bahwa kalau hidup hanya sekedar hidup kera di rimba juga hidup; kalau kerja hanya sekedar kerja, kerbau di sawah juga ɓekerja. Maksudnya adalah bahwa kita manusia hidup dan bekerja itu semestinya bermakna, berlandaskan visi dan misi. Jangan seperti kera yang penting perut kenyang. Jangan seperti kerbau yang kerja tanpa berpikir menarik bajak di sawah, sebelum ada traktor. Ini pengingat untuk yang hidup tanpa akidah hanya untuk memenuhi kebutuhan perut dan di bawah perut.
Innasshalaati wanusuki wamahyaaya wamamaati lillaahi rabbil 'aalamiin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku demi Allah Yang Maha Tinggi. Itulah slogan hidup seorang hamba Allah (abdulllah) seka;igus wakil Allah di muka bumi (khalifatullah fil ardh). Ini slogan yang memandu dan menyemangati orang beriman untuk bagaimana menjalani aktivitas kehidupan dengan penuh arti dan penuh semangat. Suatu saat kelak siap dibuka riwayat aktivitasnya itu di hadapan Tuhan.
Di dalam hidup perlu ada target pencapaian untuk menjadi penyemangat dan panduan kerja. Aktivitas kerja baiknya bukan asal kerja, asal jalan, asal tak kena sanksi atau tak kena fitnah. Sebaliknya kerja sekeras-kerasnya hingga tak kenal lelah, lupa waktu, lupa diri dan lupa lainnya tentu juga tak baik.
Bekerja itu perlu terukur sehingga ada alasan apakah harus lambat atau cepat, kapan berpacu kapan istirahat. Kita bukan ternak piaraan setelah makan merumput lalu pulang dan tidur, begitu selalu setiap hari. Kita bukan pula mesin yang dituntut berproduksi sebanyak-banyaknya tanpa diharap ada kerusakan atau bermasalah.
Perlu juga ada quality control. Apakah kualitas suatu produk atau hasil kerja dianggap cukup, sudah memenuhi standar, wajar untuk disetujui atau perlu diperbaiki lagi sebelum dilempar ke pasar atau untuk diberikan pada klien atau penerima manfaat.
/Ikhlas itu harus yang baik, ikhlas itu tak asal jadi ......../ Demikian penggalan lirik sebuah nasyid agar kita tidak beralasan yang penting ikhlas lantas melakukan arau memberikan sesuatu semaunya dan tidak maksimal atau yang semestinya. Bagaimana mungkin dengan ucapan bismillah produk buruk dimaksudkan untuk memperoleh ridha Allah.
Mari luruskan arah kiblat kita. Wallaahu a'lam.
______
Kamis 10 Maharram 1448 H / 25 Juni 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar