Sabtu, 27 Juni 2026

Anak-anak Tak Hanya Hidup di Sekolah

_______

Pada liburan akhir semester yang agak panjang, terasa bagi kita bahwa habitat sesungguhnya para murid kita adalah di rumah. Memang itulah status quo anak-anak sebelum mereka kelak dewasa. Sedangkan pada hari efektif sekolah, anak-anak dikondisikan cepat pertumbuhannya di sekolah. Diharapkan pula dilengkapi bekal berbagai pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman.

Sekolah sering diharapkan mampu memberikan pengaruh yang efektif. Tak jarang gagal atau berhasilnya seseorang dikaitkan dengan di mana ia menempuh pendidikan. Bahkan tak sedikit orang tua yang lebih mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sekolah dari pada di rumah. Mereka lebih pilih tugas mencari nafkah dari pada mendidik anak. Padahal keduanya adalah kewajibannya. 

Yang mendasar adalah karakter yang terbentuk dari yang dialami dalam keluarga. Kecukupan atau kekurangan kasih sayang dan fasilitas di rumah menjadi modal awal untuk berkembang di sekolah. Secara umum kecukupan di rumah memberikan pengaruh perkembangan positif. Namun tak jarang justru kekurangan yang memacu perkembangan yang lebih cepat dan melesat dibanding yang berkecukupan.

Semangat belajar menggapai kebaikan dapat lahir dari kondisi beragam. Anak orang kaya kadang tampak bodoh, lamban dalam belajar. Ada pula yang nakal. Tentu saja yang baik, pintar sering diandalkan oleh guru atau sekolah pun biasa. Sebagaimana ada yang berlatar orang tua pisah, atau yatim, tak punya, minim fasilitas tetapi cerdas, percaya diri dan terbiasa tampil di muka dan mewakili sekolah.

Guru sejatinya tak dapat memintarkan. Anak-anak yang hadir ke sekolah sudah membawa banyak bekal potensi dari rumah dan juga lingkungannya. Sekolah dan guru hanya melengkapi apa yang telah diperoleh dari rumah dan lingkungannya. Bila dikatakan pendidikan sekolahnya baik dan efektif, barangkali itu karena atmosfir pendidikan di sekolah yang kuat memberikan nilai-nilai positif dibanding kondisi lingkungan yang cenderung negatif.

Yang dimaksud lingkungan sekarang  tak hanya tempat pergaulan di dunia nyata,  tetapi interaksi online justru lebih sering dan lebih dominatif. Masif-nya pengaruh itu hingga lahir aturan anak-anak di bawah 17  tahun belum boleh menggunakan media sosial. 

Sabtu,,12 Muharram 1448 H / 20 Juni 2026

_______

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak-anak Tak Hanya Hidup di Sekolah

_______ Pada liburan akhir semester yang agak panjang, terasa bagi kita bahwa habitat sesungguhnya para murid kita adalah di rumah. Memang i...